
Korban gempa dan tsunami di Palu dukung program relokasi

Makanya kami dan pengungsi lainnya bersedia direlokasi dan menghuni huntap di sana karena dekat dari lokasi kami bekerja
Palu, (Antaranews Sulteng) - Pengungsi korban bencana gempa dan tsunami di Kota Palu menyambut dan sekaligus mendukung upaya pemerintah setempat merelokasi mereka ke kawasan eks Hak Guna Bangunan (HGB) PT Lembah Palu Nagaya yang berlokasi di Kelurahan Tondo dan Talise.
Jarak dari lokasi usaha yang cukup dekat menjadi alasan para pengungsi bersedia dan siap menghuni hunian tetap (huntap) di lokasi relokasi seluas 150 hektare itu, kata Koordinator Posko Pengungsi Kelurahan Layana, Asmir di Palu, Selasa.
Asmir yang juga Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Layana mengatakan, sebanyak 130 Kepala Keluarga (KK) dari Kelurahan Tondo, Mamboro dan Layana yang mengungsi di selter pengungsian tersebut sebagin besar berprofesi sebagai nelayan dan pengrajin mebel.
"Makanya kami dan pengungsi lainnya bersedia direlokasi dan menghuni huntap di sana karena dekat dari lokasi kami bekerja," kata Asmir yang berprofesi sebagai pengrajin mebel lokasi di Kelurahan Tondo.
Hal senada juga disampaikan Penanggungjawab Tim 10 Warga Kelurahan Tondo Moh. Thaher.
Ia mengatakan para pengungsi gempa dan tsunami di Kelurahan Tondo Ngapa mendukung sepenuhnya upaya dari pemerintah untuk merelokasi mereka ke kawasan yang sudah disiapkan tersebut.
Bentuk dari dukungan mereka telah tertuang dalam surat dukungan dan pernyataan sikap masyarakat Kelurahan Tondo yang diwakili Tim 10 tertanggal 25 Januari 2019 usai menggelar pertemuan dengan Pemkot Palu.
"Salah satu poin dukungan kami yakni perencanaan peletakkan batu pertama huntap oleh Presiden RI sepenuhnya mendapat dukungan dari masyarakat di Kelurahan Tondo," kata Taher.
Selanjutnya Taher mengatakan poin lain yang disepakati warga selain pembangunan huntap dan fasilitas umum oleh Pemkot Palu, maka eks lahan HGB yang dikuasai PT Lembah Palu Nagaya akan dikembalikan kepada masyarakat Kelurahan Tondo.
Sejumlah KK korban gempa dan tsunami di Kelurahan Talise pun demikian. Ketua RT 1 RW 1 Kelurahan Talise Abdillah menyambut baik upaya langkah pemerintah setempat.
Abdillah dan beberapa pengungsi yang kehilangan tempat tinggal dan keluarga akibat bencana tersebut berharap dapat segera menempati 2000 huntap yang dijadwalkan akan dibangun mulai bulan ini.
"Saya secara pribadi siap direlokasi ke sana. Saya berharap ada ganti rugi oleh pemerintah atas tempat tinggal saya yang hilang dan anggota keluargaku yang meninggal," harap dia.
Pembangunan 2.000 huntap di eks kawasan HGB milik PT Lembah Palu Nagaya seluas 150 hektare tersebut direncanakan akan dibangun mulai bulan ini dan diperkirakan pembangunan huntap tersebut selesai dalam dua bulan.
Nantinya pengungsi korban bencana yang menempati huntap yang berada di belakang Universitas Tadulako itu akan diberi kuasa atas bangunan dan tanah di sana melalui penerbitan sertifikat tanah oleh pemerintah daerah setempat.
Pewarta : Anas Masa
Editor:
Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
