
Repnas optimis pertumbuhan ekonomi menguat

Setelah pemungutan suara, kemudian 'quick count' merilis Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin menang, dana yang masuk ke dalam negeri kurang lebih kan Rp1 triliun - Rp1,2 triliun
Jakarta (ANTARA) - Relawan Pengusaha Muda Nasional Untuk Jokowi-Ma'ruf (Repnas) optimis pertumbuhan ekonomi semakin menguat seiring dengan kelancaran penyelenggaraan pemilu di Indonesia.
"Dari aspek pengusaha, saya punya keyakinan. Ke depan, insya Allah ekonomi akan semakin baik," kara Ketua Dewan Pembina Repnas Bahlil Lahadalia di Jakarta.
Hal tersebut disampaikannya di sela syukuran dan tumpengan merayakan kemenangan Jokowi-Ma'ruf berdasarkan hasil survei internal dan hitung cepat sejumlah lembaga.
Bahlil meyakini perekonomian Indonesia akan semakin naik, salah satunya dibuktikan dengan masuknya nilai investasi senilai Rp1 triliun - Rp1,2 triliun dalam satu jam setelah pelaksanaan pemilu 17 April 2019 dan diumumkannya hitung cepat sementara.
"Setelah pemungutan suara, kemudian 'quick count' merilis Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin menang, dana yang masuk ke dalam negeri kurang lebih kan Rp1 triliun - Rp1,2 triliun," katanya.
Kedua, ia menyampaikan apresiasi terhadap aparat keamanan yang telah menjaga proses pemilihan umum anggota legislatif (pileg) serta pemilihan presiden dan wakil presiden sehingga berjalan lancar.
"Alhamdulillah, kita harus memberikan apresiasi kepada pihak keamanan yang sukses menjaga proses pileg dan pilpres secara aman," katanya.
Respons positif yang ditunjukkan dunia usaha atas situasi politik terkini itu harus selalu dijaga sehingga iklim usaha terus berlangsung kondusif.
"Respons pengusaha positif. Apa indikasinya ? Nilai rupiah menguat, saham kita di pasar saham bagus, niat investasi dan realisasi berjalan. Di temen-temen daerah, ini sudah mulai bergerak juga," katanya.
Oleh karena itu, seiring dengan suasana politik dan indikasi pertumbuhan ekonomi yang sudah bagus, Bahlil mengharapkan seluruh pasangan calon dan pendukungnya untuk sama-sama menahan diri.
"Jangan mengeluarkan pernyataan provokatif yang tidak mencerminkan sebuah bangsa yang bermartabat, berbudaya. Kalau bisa, saling menahan dan menunggu sampai KPU menyampaikan hasil akhirnya," imbaunya.
Bahlil menegaskan siapapun pemenang Pilpres 2019 yang diputuskan secara resmi oleh KPU RI nantinya harus dipatuhi dan dihormati.
"Siapapun yang terpilih, siapapun yang diputuskan kpu. Setiap warga negara, siapapun orangnya harus patuh dan hormat keputusan KPU karena KPU adalah lembaga dibentuk negara. Oleh karenanya, setiap hasilnya kita hormati," katanya.
Pewarta : Zuhdiar Laeis, M Arief Iskandar
Editor:
Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
