
Pelantikan `Caretaker` Bupati Morowali Diwarnai Demo

Bungku, Sulteng, (antarasulteng.com) - Pelantikan penjabat (caretaker) Bupati Morowali Baharuddin Tanriwali di Bungku, Ibu Kota Kabupaten Morowali, Jumat, diwarnai demo sekitar 1.500 orang untuk menekan penjabat baru agar segera menggelar pemilihan suara ulang Pilkada setempat.
Massa mencoba menerobos tempat pelantikan yang dipimpin Gubernur Sulteng Longki Djanggola, namun mereka dihadang aparat kepolisian yang sudah bersiaga dengan barikade kawat berduri sejak pagi hari, namun sempat terjadi aksi dorong-mendorong antara demonstran dan polisi.
Para demonstran yang membawa sejumlah spanduk dan pamflet meminta agar penjabat Bupati Morowali segera mempersiapkan pelaksanaan pemungutan suara ulang (PSU) sesuai perintah Mahkamah Konstitusi (MK) yakni paling lambat 60 hari sejak putusan sengketa pilkada pada 18 Januari 2013.
"Kami minta PSU dilaksanakan sesuai perintah MK, jangan diulur-ulur karena alasan apapun," ujar salah seorang demonstran dalam orasinya.
Para pendemo menduga ada upaya untuk mengulur waktu PSU dengan dalih tidak ada anggaran dalam APBD sehingga PSU harus menunggu pembahasan APBD Perubahan 2013 yang baru bisa dilaksanakan beberapa bulan mendatang.
Para pengunjuk rasa bertekad akan terus melakukan aksinya bahkan tidak akan segan-segan menduduki Kantor Bupati Morowali apabila PSU tidak dilaksanakan sesuai perintah MK.
MK dalam putusannya pada 18 Januari 2013 atas gugatan sengketa Pilkada Morowali 2012 yang diajukan pasangan Achmad.H Ali/Yakin Tumakaka memerintahkan KPU Sulteng melaksanakan PSU paling lambat 60 hari karena KPU Morowali melaksanakan pelanggaran yakni meloloskan Andi Muhammad sebagai salah satu kandidat padahal yang bersangkutan tidak memenuhi syarat kesehatan fisik.
Gubernur Longki Djanggola usai upacara melantik Baharuddin Tanriwali yang juga Asisten I Bidang Pemerintahan Setdaprov di Gedung Olah Raga Bungku itu menemui para pendemo dan berbicara dari atas mobil polisi dengan didampingi Kapolres Morowali AKBP Suhirman dan anggota KPU Sulteng Yasin Mangun.
Gubernur menekankan bahwa penjabat Bupati Morowali mempunyai salah satu tugas pokok yakni membantu terselenggaranya PSU sesuai perintah Mahkamah Konstitusi (MK).
"Karena itu saya minta, seluruh warga Morowali mendukung penjabat bupati agar pemerintahan berjalan lancar dan tertib, ikut membantu menjaga stabilitas politik dan keamanan sehingga PSU bisa diselenggarakan sesuai jadwal yang ditetapkan," ujarnya.
Sementara Anggota KPU Sulteng Yasin Mangun mengungkapkan bahwa pihaknya telah menjadwalkan untuk menggelar PSU pada 6 Maret 2013 dan meminta dukungan seluruh komponen masyarakat dan pemerintah daerah serta DPRD Morowali untuk kelancaran pemungutan suara ulang itu.
Pemungutan suara ulang pilkada Morowali akan dilaksanakan KPU Provinsi Sulteng karena empat anggota KPU Morowali telah dipecat oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) karena terbukti tidak profesional dan melanggar kode etik dan ketentuan hukum saat menyelenggarakan Pilkada 2012.
PSU itu akan dikuti empat orang kandidat yakni Anwar Hafid/Sumisi Marundu (petahana), Chaeruddin Zen/Delis Hehi, H.Achmad H. Ali/Yakin Tumakaka dan Burhanuddin/Huragas Talingkau, sedangkan Andi Muhammad/Saiman Pombala gugur karena tidak memenuhi syarat kesehatan.
Pemungutan suara Pilkada Morowali 2012 dilaksanakan pada 27 November 2012 dimenangkan pasangan petahana Anwar Hafid/Sumisi namun kemudian dianulir MK karena KPU Morowali terbukti tidak profesional dan melanggar ketentuan saat melaksanakan pilkada tersebut 2012. (R007/SKD)
Pewarta :
Editor:
Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026
