Logo Header Antaranews Sulteng

Jalan Palu-Palolo Tertimbun Longsor

Jumat, 10 Mei 2013 18:31 WIB
Image Print
Ilustrasi - Sebuah ruas jalan yang tertimbun longsor (Istimewa)
Kendaraan roda dua yang melintas dipungut biaya berkisar Rp10 ribu.

Palu (antarasulteng.com) - Sejumlah anggota TNI dan Polri dibantu masyarakat terus berupaya membuka jalan yang tertimbun tanah longsor pada poros Palu-Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, akibat hujan deras selama beberapa hari terakhir.

Badan jalan sepanjang sekitar 50 meter di Desa Bobo, Kecamatan Palolo, Jumat petang, tertimbun tanah longsor dan pepohonan tumbang sehingga memutuskan arus lalu lintas yang cukup padat ke dataran Palolo Kabupaten Sigi dan dataran Napu, Kabupaten Poso.

Akibat bencana alam tersebut, jalan yang selama ini merupakan jalur utama menghubungan Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi dan dataran Napu, Kabupaten Poso dengan Kota Palu, tidak bisa dilewati kendaraan roda empat, kecuali sepeda motor.

Aparat TNI dan Polri bersama masyarakat sekitarnya berupaya membersihkan badan jalan dari material longsor agar secepatnya dapat kembali di lewati kendaraan roda empat.

Kendaraan roda dua yang melintas dipungut biaya berkisar Rp10 ribu.

"Uang ini untuk pembeli makanan/minuman para warga yang tengah bekerja membersihkan badan jalan," kata Ruber, salah seorang warga di lokasi bencana.

Sejumlah pengendara sepeda motor menyatakan tidak merasa keberatan dengan pungutan dimaksud.

"Pungutan itu wajar-wajar saja karena bagaimanapun mereka sudah bekerja membersihkan badan jalan sehingga bisa dilewati kendaraan," kata Marthen Minggu, salah seorang pengedara sepeda motor.

Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sigi telah mengerahkan satu unit alat berat untuk menggusur longsoran tanah agar kendaraan roda empat bisa lewat.

Kecamatan Palolo selama sepekan terakhir diguyur hujan deras bahkan beberapa waktu lalu bencana alam banjir bandang menghajar Dusun Manggalapi dan Lebantongoa, Kecamatan Palolo.

Akibat bencana banjir tersebut dua warga Dusun Manggalapi tewas terseret banjir. Selain itu puluhan hektare areal sawah dan kebun kakao serta kopi di Dusun Manggalapi dan Desa Lembantongoa terendam banjir.

Kabupaten Sigi selama ini merupakan daerah rawan bencana alam banjir dan tanah longsor karena banyak memiliki sungai dan kondisi tanah yang labil. (BK03)



Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026