Logo Header Antaranews Sulteng

Korban bencana Sigi dapat bantuan ternak

Rabu, 4 Desember 2019 18:37 WIB
Image Print
Salah seorang ibu rumah tangga korban bencana gempa memperlihatkan hewan ternaknya setelah menerima bantuan dari Yayasan Indonesia Bhadra Utama atau IBU 'Fondation' di hunian sementara (huntara) Desa Beka, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi, Selasa (3/12/2019). ANTARA/HO-Ibu Fondation)
Bagi penerima manfaat diwajibkan menyediakan kandang bagi ternak sebelum bantuan tersebut di salurkan termasuk membawa dokumen kependudukan berupa KTP-el untuk kepentingan verifikasi verifikasi data

Palu (ANTARA) - Yayasan Indonesia Bhadra Utama atau IBU 'Fondation' menyalurkan bantuan sebanyak 1.666 ekor ayam bagi korban bencana gempa dan likuefaksi di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah untuk diternak.

"Bantuan Itu melalui program pemberdayaan kebun keluarga untuk 65 rumah tangga di Desa Sibalaya Utara, Kecamatan Gumbasa dan 51 rumah tangga Desa Beka, Kecamatan Marawola, " ungkap Manager Program 'Livelihood' Ronald Silalahi saat menyalurkan bantuan, di Sigi, Selasa.

Dia menjelaskan penyaluran hewan ternak akan berlangsung selama 14 hari terdiri dari 1.485 ekor bibit ayam kampung super dan 181 ekor induk ayam kampung, termasuk 2.800 pakan ternak sebagai upaya meningkatkan pendapatan korban bencana di kabupaten itu.

Dia memaparkan, program kebun keluarga merupakan wahana belajar bertani dan beternak di pekarangan atau lahan terbatas, dimana program tersebut bertujuan untuk meningkatkan keterampilan di bidang pertanian organik, menyediakan pangan dan gizi sehat serta menambah pendapatan rumah tangga bagi warga terdampak bencana.

"Program pemberdayaan ini akan berlangsung hingga Bulan Juni tahun 2020 untuk pemulihan ekonomi masyarakat korban bencana, " ujar Ronald.

Baca juga: 12 desa di Sigi dapat bantuan air bersih Mercy Corp Indonesia dan ICDF
Baca juga: Pelindo serahkan bantuan Rp400 juta untuk korban bencana Palu

Dikemukakannya, sebagai organisasi yang fokus pada isu-isu sosial kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat, IBU telah mendampingi wilayah terdampak gempa, tsunami, dan likuefaksi yang terjadi pada 28 September 2018 di wilayah Sulteng.

Pada masa rehabilitasi dan rekonstruksi, IBU kembali melakukan program pemulihan di sektor mata pencaharian masyarakat yang akan menjangkau nelayan di Desa Lombonga Kabupaten Donggala, petani di Desa Sibalaya Utara dan usaha kecil pada kelompok perempuan di Desa Beka Kabupaten Sigi.

"Bagi penerima manfaat diwajibkan menyediakan kandang bagi ternak sebelum bantuan tersebut di salurkan termasuk membawa dokumen kependudukan berupa KTP-el untuk kepentingan verifikasi verifikasi data," kata Ronald Menambahkan.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Sigi Tugiran mengatakan, kehadiran IBU 'Foundation' telah membantu pihaknya mengembangkan program peternakan khususnya bagi warga terdampak bencana.

"Tenaga penyuluh peternakan kami akan siap membantu mendampingi agar program kebun keluarga ini berhasil," ujarnya.

Diharapkan, seluruh penerima manfaat dapat memelihara hewan ternak tersebut hingga berproduksi.

Organisasi non pemerintah ini lahir pada pertengahan 2007 dan terdaftar sebagai Yayasan Indonesia Bhadra Utama pada November 2011.***



Pewarta :
Editor: Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026