Logo Header Antaranews Sulteng

Pengusaha China Pecahkan Rekor Beli Merpati Termahal

Selasa, 21 Mei 2013 19:16 WIB
Image Print
Sebuah pesawat komersial melintas di atas sejumlah burung merpati di tiang penerangan jalan umum (PJU) di Desa Gisik Cemandi Kecamatan Sedati Sidoarjo, Minggu (31/3). (Eric Ireng)
"Anda bisa membandingkannya dengan benda seni. Lukisan karya Picasso berharga jauh lebih tinggi dari karya seniman lain yang tidak terkenal. Sama dengan merpati ini," kata Nikolaas Gyselbercht

Brusel (antarasulteng.com) - Seorang pengusaha China membayar 310.000 euro atau sekitar 398.500 dolar AS untuk rekor dunia penjualan Merpati Belgia.

Hal itu menjadi sorotan pertumbuhan minat Asia terhadap merpati pacu.

Merpati berumur setahun -pemenang penghargaan bernama Bold itu dikembangbiakkan oleh warga Belgia penggemar burung dara, Leo Hehemans -- yang dikenal sangat antusias pada merpati.

Ia menjual seluruh koleksinya sebanyak 540 burung merpati dengan harga 4,3 juta euro dalam lelang selama akhir pekan.

"Anda bisa membandingkannya dengan benda seni. Lukisan karya Picasso berharga jauh lebih tinggi dari karya seniman lain yang tidak terkenal. Sama dengan merpati ini," kata Nikolaas Gyselbercht dalam situs pelelangan merpati PIPA pada Selasa.

Berhubung unggas tersebut masih sangat muda, warga China pemilik barunya dapat memanfaatkannya untuk berkembangbiak sedikitnya sampai delapan tahun lagi, ujar Gyselbercht.

Meskipun acara lelang itu menarik perhatian peminat dari 27 negara, sembilan dari 10 merpati pacu termahal dibeli oleh pelanggan dari China dan Taiwan, kata PIPA.(antara/reuters)

Penerjemah : M. Dian



Pewarta :
Editor: Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026