Petambak di Parigi Moutong beralih budi daya ikan nila

id Perikana parimo, ikan nila, parigi moutong

Petambak di Parigi Moutong beralih budi daya ikan nila

Ilustrasi-Budidaya Ikan air tawar (ANTARA)

Jika dibanding harga jual, ikan bandeng dengan berat rata-rata tiga kilogram harga pasaran hanya sekitar Rp8.000, sedangkan ikan nila salim mencapai Rp20.000 per kilogram
Parigi (ANTARA) - Petambak tradisional di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, mulai beralih mengembangkan budi daya ikan air tawar jenis nila mengingat daya serap ikan bandeng yang selama ini mereka kembangkan menurun.

Kepala Bidang Usaha Budi Daya Dinas Perikanan Parigi Moutong Made Kornelius, di Parigi, Senin, mengatakan budi daya jenis nila salim telah dikembangkan dalam beberapa bulan terakhir karena harga jualnya cukup tinggi.

"Jika dibanding harga jual, ikan bandeng dengan berat rata-rata tiga kilogram harga pasaran hanya sekitar Rp8.000, sedangkan ikan nila salim mencapai Rp20.000 per kilogram," kata Made.

Itu sebabnya petambak di wilayah selatan kabupaten itu mulai dari Kecamatan Dolago hingga Torue sudah beralih mengembangkan ikan nila sebagai alternatif untuk meningkatkan produksi khususnya di sektor budi daya perikanan.

Baca juga: Produksi rumput laut Parigi Moutong capai 13 ribu ton selama 2019

Dia mengaku, umumnya masyarakat Parigi Moutong tidak terlalu berminat mengonsumsi ikan air tawar jenis nila, karena sudah terbiasa mengonsumsi ikan air asin, kemudian dari sisi rasa pun berbeda.

"Justru sekarang ikan air tawar memiliki nilai jual yang jauh lebih baik," kata dia.

Dikatakan, tidak menutup kemungkinan, ikan nila memiliki prospek yang bagus ke depan dan saat ini permintaan ikan air tawar di Kota Palu cukup tinggi termasuk di Kabupaten Morowali untuk konsumsi karyawan di sejumlah perusahaan tambang di kabupaten itu.

"Produksi ikan nila Parigi Moutong baru mencapai 77.000 kilogram lebih atau hanya sekitar 77 ton selama 2019," ujarnya.

Menurut dia, budi daya ikan air tawar juga memiliki kendala, jika bibit yang digunakan bukan kualitas unggul maka akan berpengaruh terhadap nilai produksi.

Baca juga: 11 ribu petani Parigi Moutong menjadi nasabah kredit usaha rakyat

Saat ini di sektor budi daya perikanan, udang  masih menjadi primadona di kabupaten itu karena permintaan pasar terhadap stok komoditas udang tanpa batas dan produk perikanan ini menyasar semua segmen pasar hingga ekspor. 

"Pengembangan sektor budi daya perikanan didukung ketersediaan lahan yang cukup. Saat ini lahan pertambakan sebesar 7.189 hektare dari luas potensi 10.816 hektare," sebut Made.
Pewarta :
Editor : Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar