Sejumlah agenda investasi di KEK Palu tertunda karena corona

id KEK Palu,PT Palu Bangun Sulteng,Agus Lamakarate

Sejumlah agenda investasi di KEK Palu tertunda karena corona

Direktur Utama CFHI International Resources Co.Ltd, Mr Zhu Qingshan (ke dua dari kiri) dan Chairman CFHI Co.Ltd, Mr Liu Mingzhong (ke dua dari kanan) bersama Gubernur Sulteng, Longki Djanggola dan Wali Kota Palu, Hidayat memperlihatkan Letter of Inten (LoI) yang telah ditandatangi ke dua belah pihak tanda dimulainya invetasi BUMN terbesar di China itu di KEK Palu mulai 2020. Penandatangan LOI dilaksanakan di Kantor Gubernur Sulteng di Palu, Selasa (17/12/19). (ANTARA/HO-Humas Pemprov Sulteng)

Rencana awal Februari CFHI datang ke Palu, dan akhir Februari rencana sudah mengawali pembangunannya di KEK. Tapi tertunda karena virus corona, pemerintah melarang masuk ke Indonesia
Palu (ANTARA) - Sejumlah agenda investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu terpaksa tertunda karena investor dari perusahaan besar manufaktur di China, China First Heavy Industries Group International Resources Co Ltd (CFHI) tidak bisa datang ke Indonesia.

"Rencana awal Februari CFHI datang ke Palu, dan akhir Februari rencana sudah mengawali pembangunannya di KEK. Tapi tertunda karena virus corona, pemerintah melarang masuk ke Indonesia," kata Direktur Investasi dan Kerjasama PT Bangun Palu Sulawesi Tengah (BPST) Agus Lamakarate di Palu, Selasa.

Baca juga: BUMN China investasi Rp120 triliun di KEK Palu

Sebelumnya Direktur Utama CFHI, Zhu Qingshan telah datang ke Palu pada 17 Desember 2019 menandatangani LoI dengan Wali Kota Palu Hidayat. Penandatanganan itu juga disaksikan Gubernur Sulteng Longki Djanggola dan Direktur Utama China First Heavy Industries Group Co Ltd, Liu Mingzhong.

Perusahaan itu tertarik berinvestasi di KEK Palu dengan rencana investasi total Rp120 triliun atau setara USD40 miliar.

"Rencananya CFHI akan membawa 15 industri turunan pengolahan tembaga, pembangunannya dilakukan bertahap," kata Agus.

Dia mengatakan para petinggi di perusahaan badan usaha milik negara China itu telah mengabarkan ke manajemen PT Bangun Palu Sulawesi Tengah, selaku pengelola KEK, belum bisa menindaklanjuti LoI karena terhalang virus corona.

"Nanti kita tunggu perkembangan selanjutnya setelah Pemerintah RI menyatakan membuka larangan untuk kunjungan warga negara China ke Indonesia," katanya.

Selain dari CFHI, perwakilan dari perusahaan Wanhong, Ltd, pengolahan tembaga asal China juga tidak bisa datang ke Palu karena larangan akibat virus corona.

"Wanhong punya perwakilan di sini (Kota Palu), tapi pulang ke China dan tidak bisa kembali lagi ke sini karena corona," katanya.

Menurut Agus, Wanhong telah membersihkan seluruh lokasi yang akan dijadikan pembangunan pabrik di KEK Palu.

"Lokasi sudah dibersihkan semua, tinggal mau dibangun dengan nilai investasi Rp800 miliar," katanya.

Baca juga: Ini empat perusahaan berproduksi di KEK Palu

Saat ini sejumlah perusahaan telah beroperasi di KEK Palu seperti PT Asbuton Jaya Abadi yang bergerak di bidang perdagangan besar bahan bakar padat, cair dan gas dengan nilai investasi Rp100 miliar.

Berikutnya kata Agus, PT Hong Thai International yang bergerak di bisnis pengolahan getah pinus dengan nilai investasi Rp13,7 miliar dan telah melakukan ekspor sejak akhir 2018. Perusahaan ini telah mempekerjakan 240 karyawan.

Selanjutnya PT. Kaili Rotan Industri yang bergerak di pengolahan barang jadi maupun setengah jadi dari bahan rotan, bambu dan kayu dengan investasi Rp25,5 miliar. Perusahaan juga telah mempekerjakan 280 tenaga kerja.

Dan PT. Tata Kokoh Abadi yang memproduksi batu bata dari tanah liat/keramik, perdagangan besar genteng, batu bata, ubin dan sejenisnya dari tanah liat, kapur semen atau kaca dengan nilai investasi Rp20 miliar.

"Perusahaan ini sudah mempekerjakan 160 tenaga kerja," kata Agus.
 
Pewarta :
Editor : Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar