BPOM tak temukan residu pestisida Chlorpyrifos pada Anggur Shine Muscat
- 04 November 2024 21:40 WIB, 2024
Sejumlah burung Maleo (Macrocephalon maleo) berada di dalam kandang yang ditangkarkan Mobius Tanari, seorang dosen di Universtias Tadulako (Untad) di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (1/8/2023). Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) menyebut, sejak 1950-an populasi burung endemik Sulawesi itu terus mengalami penurunan hingga 90 persen dan menurut perkiraan BirdLife International-lembaga konservasi international untuk pelestarian burung, populasi global maleo saat ini berkisar 8.000 â 14.000 individu dewasa. ANTARA/Basri Marzuki
Seorang anak memperhatikan anakan burung Maleo (Macrocephalon maleo) yang ditangkarkan Mobius Tanari, seorang dosen di Universtias Tadulako (Untad) di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (1/8/2023). Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) menyebut, sejak 1950-an populasi burung endemik Sulawesi itu terus mengalami penurunan hingga 90 persen dan menurut perkiraan BirdLife International-lembaga konservasi international untuk pelestarian burung, populasi global maleo saat ini berkisar 8.000 â 14.000 individu dewasa. ANTARA/Basri Marzuki
Seorang mahasiswa menata telur burung Maleo (Macrocephalon maleo) yang akan ditetaskan di penangkaran yang dikelola Mobius Tanari, seorang dsoen di Universtias Tadulako (Untad) di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (1/8/2023). Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) menyebut, sejak 1950-an populasi burung endemik Sulawesi itu terus mengalami penurunan hingga 90 persen dan menurut perkiraan BirdLife International-lembaga konservasi international untuk pelestarian burung, populasi global maleo saat ini berkisar 8.000 â 14.000 individu dewasa. ANTARA/Basri Marzuki