Jalan Tol Trans Sumatera Mulai Dibangun
Kamis, 11 Juli 2013 14:17 WIB
(FOTO ANTARA/Nyoman Budhiana)
Jakarta (antarasulteng.com) - Pemerintah berencana memulai pembangunan jalan tol Trans
Sumatera pada September 2013, kata Menteri Koordinator Bidang
Perekonomian, Hatta Rajasa.
"Kita ingin melakukan pecepatan, oleh karena itu pembangunan ruas jalan tol ini segera dimulai pada tahun ini dan diharapkan September," katanya di Jakarta, Kamis, usai rapat tentang pembangunan jalan Trans Sumatera dan Kawasan Strategis dan Infrastruktur Selat Sunda (KSIS).
Hatta menjelaskan, jalan tol sepanjang 2.700 kilometer yang terdiri atas 23 ruas itu akan dibangun mulai dari Aceh sampai Lampung, dan juga akan mencakup wilayah Batam.
"Untuk ruas pertama yang sangat mendesak serta sudah sangat siap lahannya yakni Medan-Binjai," katanya.
Ia menambahkan, ruas jalan tersebut juga akan meliputi jalur dari Riau menuju ruas Kualanamo, Lampung dan Palembang.
Dia mengatakan pembangunan ruas tol tersebut telah ditetapkan dalam Peraturan Presiden No. 86 Tahun 2011 tentang Pengembangan Kawasan Strategis dan Infrastruktur Selat Sunda dengan menugaskan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai pelaksana proyek.
"BUMN sudah siap dan secara bertahap akan berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum yang diteruskan ke seluruh 23 ruas tersebut," katanya.
"Kita ingin melakukan pecepatan, oleh karena itu pembangunan ruas jalan tol ini segera dimulai pada tahun ini dan diharapkan September," katanya di Jakarta, Kamis, usai rapat tentang pembangunan jalan Trans Sumatera dan Kawasan Strategis dan Infrastruktur Selat Sunda (KSIS).
Hatta menjelaskan, jalan tol sepanjang 2.700 kilometer yang terdiri atas 23 ruas itu akan dibangun mulai dari Aceh sampai Lampung, dan juga akan mencakup wilayah Batam.
"Untuk ruas pertama yang sangat mendesak serta sudah sangat siap lahannya yakni Medan-Binjai," katanya.
Ia menambahkan, ruas jalan tersebut juga akan meliputi jalur dari Riau menuju ruas Kualanamo, Lampung dan Palembang.
Dia mengatakan pembangunan ruas tol tersebut telah ditetapkan dalam Peraturan Presiden No. 86 Tahun 2011 tentang Pengembangan Kawasan Strategis dan Infrastruktur Selat Sunda dengan menugaskan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai pelaksana proyek.
"BUMN sudah siap dan secara bertahap akan berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum yang diteruskan ke seluruh 23 ruas tersebut," katanya.
Pewarta : Juwita Trisna Rahayu
Editor : Riski Maruto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PLN wujudkan infrastruktur pendukung ekonomi melalui program TJSL jalan usaha tani di Desa Cempaka Putih
28 September 2026 16:35 WIB
Balai Jalan tuntaskan pembersihan longsor jalur Trans Sulawesi Parigi Moutong
01 September 2026 18:55 WIB
TNI dan masyarakat kerja sama bersihkan material banjir di Jalan Trans Sulawesi
29 August 2026 7:45 WIB
Terpopuler - Ekonomi Keuangan
Lihat Juga
Pasokan beras di Palu masih lancar meskipun belum puncak panen padi
23 February 2020 18:36 WIB, 2020
SKK Migas bantu kapal ikan untuk nelayan Donggala, JOB-Tomori sumbang 3 kapal
21 February 2020 11:54 WIB, 2020
Citra Nuansa Elok investasikan Rp325 miliar bangun kembali Mall Tatura
21 February 2020 0:08 WIB, 2020
Presiden Jokowi ingin promosikan nikel Indonesia dalam Hanover Messe Jerman
17 February 2020 17:29 WIB, 2020