Harga Emas Naik Tipis
Rabu, 13 Agustus 2014 15:26 WIB
(AFP)
Chicago (antarasulteng.com) - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir hampir tidak berubah, hanya naik tipis, pada Selasa (Rabu pagi WIB), meskipun ada kekhawatiran geopolitik.
Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember, naik 0,1 dolar AS atau 0,01 persen, menjadi menetap di 1.310,6 dolar AS per ounce, lapor Xinhua.
Dengan tidak adanya data ekonomi utama pada Selasa, emas naik sangat sedikit karena pedagang bereaksi terhadap ketegangan geopolitik antara Ukraina dan Rusia. Sementara konflik di Timur Tengah menurunkan minat investor terhadap saham dan memicu perpindahan kecil ke emas.
Presiden Federal Reserve Bank Boston Eric Rosengren dan Presiden Federal Reserve Bank New York William Dudley, keduanya akan berpidato pada Rabu di New York.
Klaim pengangguran mingguan akan dirilis pada Kamis, sebagaimana laporan jumlah uang beredar yang mengukur likuiditas berjalan (saat ini).
Perak untuk pengiriman September kehilangan 19 sen, atau 0,95 persen, menjadi ditutup pada 19,905 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik 0,6 dolar AS, atau 0,04 persen, menjadi ditutup pada 1.472,2 dolar AS per ounce.
Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember, naik 0,1 dolar AS atau 0,01 persen, menjadi menetap di 1.310,6 dolar AS per ounce, lapor Xinhua.
Dengan tidak adanya data ekonomi utama pada Selasa, emas naik sangat sedikit karena pedagang bereaksi terhadap ketegangan geopolitik antara Ukraina dan Rusia. Sementara konflik di Timur Tengah menurunkan minat investor terhadap saham dan memicu perpindahan kecil ke emas.
Presiden Federal Reserve Bank Boston Eric Rosengren dan Presiden Federal Reserve Bank New York William Dudley, keduanya akan berpidato pada Rabu di New York.
Klaim pengangguran mingguan akan dirilis pada Kamis, sebagaimana laporan jumlah uang beredar yang mengukur likuiditas berjalan (saat ini).
Perak untuk pengiriman September kehilangan 19 sen, atau 0,95 persen, menjadi ditutup pada 19,905 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik 0,6 dolar AS, atau 0,04 persen, menjadi ditutup pada 1.472,2 dolar AS per ounce.
Pewarta :
Editor : Riski Maruto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
DPRD Sulteng minta evaluasi tambang ilegal di Dongi-Dongi Poso setelah longsor
12 September 2026 13:38 WIB
Sejumlah penambang di lokasi PETI Dongi-Dongi Kabupaten Poso tertimpa longsor
12 September 2026 12:57 WIB
Terpopuler - Ekonomi Keuangan
Lihat Juga
Pasokan beras di Palu masih lancar meskipun belum puncak panen padi
23 February 2020 18:36 WIB, 2020
SKK Migas bantu kapal ikan untuk nelayan Donggala, JOB-Tomori sumbang 3 kapal
21 February 2020 11:54 WIB, 2020
Citra Nuansa Elok investasikan Rp325 miliar bangun kembali Mall Tatura
21 February 2020 0:08 WIB, 2020
Presiden Jokowi ingin promosikan nikel Indonesia dalam Hanover Messe Jerman
17 February 2020 17:29 WIB, 2020