Pemkot Jamin Stok Sembako Untuk Natal Aman
Jumat, 28 November 2014 9:12 WIB
Seorang pedagang di pasar tradisional. ( FOTO ANTARA/Yusran Uccang)
Palu, (antarasulteng.com) - Pemkot Palu menjamin stok berbagai bahan kebutuhan masyarakat, terutama bahan pokok menjelang Natal dan tahun baru aman dan harganya terkendali.
"Soal stok tidak ada masalah hanya harga mengalami kenaikan, tetapi terkendali dan masih normal," kata Kepala Bagian Administrasi Perekonomian Pemkot Palu Tamin Tombolotutu, Jumat.
Ia mengatakan kenaikan harga dipicu kebijakan pemerintah yang telah menaikan harga BBM subsidi per 18 November 2014.
Meski naik, tetapi masih dalam batas kewajaran. Juga ada beberapa kebutuhan yang sudah lebih dahulu bergerak naik sebelum kenaikan BBM subsidi.
Kebutuhan itu antara lain cabai dan bawang merah karena stok di pasar-pasar menipis akibat produksi petani menurun.
Harga cabai di pasar saat ini mencapai Rp70 ribu/kg dari normalnya hanya berkisar Rp20 ribu/kg. Bawang merah Rp35 ribu/kg.
Stok beras yang masih dikuasai pemerintah lewat Bulog Sulteng saat ini mencapai 16.000 ton. Sementara gula pasir dan tepung terigu yang banyak dibutuhkan masyarakat menghadapi Natal dan Tahun Baru dikuasai distributor mencapai ribuan ton.
Guna meringankan beban masyarakat pascakenaikan harga BBM subsidi dan juga membantu umat Kristiani yang akan merayakan Natal, Bulog Sulteng juga selama beberapa hari ini menggelar operasi pasar (OP) gula dan beras.
Bulog menjual gula pasir produksi dalam negeri dan luar negeri dengan harga relatif murah dibandingkan dengan harga di pasaran.
Misalkan gula pasir dalam negeri dijual Bulog melalui kegiatan OP sebesar Rp9.500,00/kg dan gula impor Rp10.000,00/kg. Sedangkan harga beras dijual Bulog Rp7.300,00/kg atau selisih sekitar Rp800,00/kg dari harga di pasaran.
Harga beras dijual pedagang di pasar-pasar saat ini berkisar Rp8.100,00 sampai Rp8.200,00/kg. (skd)
"Soal stok tidak ada masalah hanya harga mengalami kenaikan, tetapi terkendali dan masih normal," kata Kepala Bagian Administrasi Perekonomian Pemkot Palu Tamin Tombolotutu, Jumat.
Ia mengatakan kenaikan harga dipicu kebijakan pemerintah yang telah menaikan harga BBM subsidi per 18 November 2014.
Meski naik, tetapi masih dalam batas kewajaran. Juga ada beberapa kebutuhan yang sudah lebih dahulu bergerak naik sebelum kenaikan BBM subsidi.
Kebutuhan itu antara lain cabai dan bawang merah karena stok di pasar-pasar menipis akibat produksi petani menurun.
Harga cabai di pasar saat ini mencapai Rp70 ribu/kg dari normalnya hanya berkisar Rp20 ribu/kg. Bawang merah Rp35 ribu/kg.
Stok beras yang masih dikuasai pemerintah lewat Bulog Sulteng saat ini mencapai 16.000 ton. Sementara gula pasir dan tepung terigu yang banyak dibutuhkan masyarakat menghadapi Natal dan Tahun Baru dikuasai distributor mencapai ribuan ton.
Guna meringankan beban masyarakat pascakenaikan harga BBM subsidi dan juga membantu umat Kristiani yang akan merayakan Natal, Bulog Sulteng juga selama beberapa hari ini menggelar operasi pasar (OP) gula dan beras.
Bulog menjual gula pasir produksi dalam negeri dan luar negeri dengan harga relatif murah dibandingkan dengan harga di pasaran.
Misalkan gula pasir dalam negeri dijual Bulog melalui kegiatan OP sebesar Rp9.500,00/kg dan gula impor Rp10.000,00/kg. Sedangkan harga beras dijual Bulog Rp7.300,00/kg atau selisih sekitar Rp800,00/kg dari harga di pasaran.
Harga beras dijual pedagang di pasar-pasar saat ini berkisar Rp8.100,00 sampai Rp8.200,00/kg. (skd)
Pewarta : Anas Masa
Editor : Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Potensi agroforestri Salibutan masuk pasar karbon sekaligus peluang pendapatan warga
29 July 2026 12:00 WIB
Terpopuler - Ekonomi Keuangan
Lihat Juga
Pasokan beras di Palu masih lancar meskipun belum puncak panen padi
23 February 2020 18:36 WIB, 2020
SKK Migas bantu kapal ikan untuk nelayan Donggala, JOB-Tomori sumbang 3 kapal
21 February 2020 11:54 WIB, 2020
Citra Nuansa Elok investasikan Rp325 miliar bangun kembali Mall Tatura
21 February 2020 0:08 WIB, 2020
Presiden Jokowi ingin promosikan nikel Indonesia dalam Hanover Messe Jerman
17 February 2020 17:29 WIB, 2020