Masyarakat Balaesang Tanjung Bakar Kamp Perusahaan Tambang
Selasa, 17 Juli 2012 11:47 WIB
Masyarakat di Balaesang Tanjung memblokir jalan dengan menebang pohon ke jalan, 28 Juni 2012. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes atas rencananya beroperasinya perusahaan tambang di daerah itu. (Foto : Oding)
Palu - Ratusan masyarakat di Kecamatan Balaesang Tanjung, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Selasa, membakar pos jaga PT. Cahaya Manunggal Abadi, sebuah perusahaan tambang yang rencana melakukan eksplorasi bijih emas di daerah itu.
"Masyarakat juga merusak rumah yang ada di sana dengan cara dilempar. Satu pos jaga milik perusahaan sudah dibakar," kata Rustam, warga Desa Malei yang dihubungi dari Palu, Selasa.
Lokasi kejadian kata Rustam, terletak di Dusun III, Desa Walandano, atau sekitar 100 kilometer arah utara Kota Palu.
"Sekarang masyarakat sedang pergi melihat dua alat berat milik perusahaan. Ini kami tidak tahu, nanti mau diapakan," katanya.
Dia mengatakan, peristiwa pembakaran tersebut terjadi sekitar pukul 11.30 Wita karena masyarakat kemarahan masyarakat akibat tidak dihiraukannya permintaan mereka kepada pemerintah daerah untuk menghentikan aktivitas perusahaan.
Sementara itu Sekretaris Forum Masyarakat Anti Tambang Balaesang Tanjung, Moh Yasin, mengatakan, selain merusak kamp milik perusahaan masyarakat juga menyegel kantor camat di Desa Malei.
"Masyarakat kesal karena tidak jadi rapat koordinasi yang dihadiri kepala-kepala desa, masyarakat akhirnya melampiaskan kekecewaannya ke kantor camat," kata Yasin.
Kapolsek Balaesang Tanjung AKP Teguh yang dihubungi dari Palu mengatakan, dirinya sudah mendapat laporan bahwa masyarakat juga melempari kantor camat.
Mengenai kondisi di lapangan, Teguh belum bisa memberikan gambaran detail karena sedang dalam perjalanan menuju lokasi kejadian.
"Kami sedang dalam perjalanan. Kira-kira setengah jam lagi sampai," katanya.***
"Masyarakat juga merusak rumah yang ada di sana dengan cara dilempar. Satu pos jaga milik perusahaan sudah dibakar," kata Rustam, warga Desa Malei yang dihubungi dari Palu, Selasa.
Lokasi kejadian kata Rustam, terletak di Dusun III, Desa Walandano, atau sekitar 100 kilometer arah utara Kota Palu.
"Sekarang masyarakat sedang pergi melihat dua alat berat milik perusahaan. Ini kami tidak tahu, nanti mau diapakan," katanya.
Dia mengatakan, peristiwa pembakaran tersebut terjadi sekitar pukul 11.30 Wita karena masyarakat kemarahan masyarakat akibat tidak dihiraukannya permintaan mereka kepada pemerintah daerah untuk menghentikan aktivitas perusahaan.
Sementara itu Sekretaris Forum Masyarakat Anti Tambang Balaesang Tanjung, Moh Yasin, mengatakan, selain merusak kamp milik perusahaan masyarakat juga menyegel kantor camat di Desa Malei.
"Masyarakat kesal karena tidak jadi rapat koordinasi yang dihadiri kepala-kepala desa, masyarakat akhirnya melampiaskan kekecewaannya ke kantor camat," kata Yasin.
Kapolsek Balaesang Tanjung AKP Teguh yang dihubungi dari Palu mengatakan, dirinya sudah mendapat laporan bahwa masyarakat juga melempari kantor camat.
Mengenai kondisi di lapangan, Teguh belum bisa memberikan gambaran detail karena sedang dalam perjalanan menuju lokasi kejadian.
"Kami sedang dalam perjalanan. Kira-kira setengah jam lagi sampai," katanya.***
Pewarta : Adha Nadjemuddin
Editor : Adha Nadjemudin
Copyright © ANTARA 2026