Logo Header Antaranews Sulteng

Fadel Muhammad sampaikan salam dari presiden untuk Abnaulkhairaat

Rabu, 1 April 2026 20:32 WIB
Image Print
Warga menjajakan poster Guru Tua atau Sayyid Idrus bin Salim Aljufri pada haul ke-58 di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (1/4/2026). Haul Guru Tua diperingati untuk mengenang dedikasinya dalam meletakkan dasar pendidikan Islam dan mengembangkan perguruan Alkhairaat yang saat ini telah tersebar di seluruh wilayah Indonesia terutama di bagian timur. ANTARA FOTO/Basri Marzuki/foc. (ANTARA FOTO/BASRI MARZUKI)

Palu (ANTARA) -

Ketua Dewan Pembina Pengurus Besar (PB) Alkhairaat Fadel Muhammad menyampaikan salam dari Presiden RI Prabowo Subianto, kepada seluruh warga Alkhairaat (Abnaulkhairaat).

“Beliau (presiden) menyampaikan salam dan mengatakan apa yang bisa dibantu buat Alkhairaat,” kata Fadel di hadapan puluhan ribu Abnaulkhairaat saat peringatan Haul ke-58 Guru Tua di Kompleks PB Alkhairaat, Kota Palu, Rabu.

Dia menjelaskan pertemuan itu usai perjalanan bisnis di Jepang. Dia menghadap presiden, yang membicarakan persiapan kunjungan bisnis lanjutan ke Korea Selatan.

“Saya menyampaikan permohonan maaf tidak bisa ikut, dan saya jelaskan akan menghadiri Haul Guru Tua di Palu,” ungkapnya.

Fadel menyatakan telah menjelaskan kepada presiden terkait kondisi Alkhairaat. Dimana perguruan itu tumbuh sebelum kemerdekaan dan saat ini sudah menjadi organisasi besar dengan 28 cabang se-Indonesia.

“Kami berpikir, seharusnya Alkhairaat sebagai organisasi masyarakat harus statusnya nasional. Karena selama ini, Alkhairaat dikenal sebagai organisasi masyarakat lokal, walaupun sudah besar,” katanya menegaskan.

Dia berharap dukungan dari berbagai pihak, untuk mendaftarkan Alkhairaat sebagai organisasi sosial kemasyarakatan yang setara dengan Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU).

Menurut dia, peningkatan status menjadi organisasi nasional akan membuka peluang lebih besar bagi Alkhairaat dalam mengakses bantuan, baik dari pemerintah pusat maupun lembaga internasional.

Ia menambahkan, selama ini keterbatasan pendanaan menjadi salah satu kendala utama organisasi tersebut. Sementara itu, sebagian besar perputaran anggaran nasional berada di Jakarta.

“Kalau statusnya nasional, Insyaallah kita bisa mendapatkan berbagai bantuan dan beasiswa, baik dalam negeri maupun luar negeri,” katanya.

Puluhan ribu orang menghadiri peringatan wafatnya pendiri Perguruan Alkhairaat atau Haul ke-58 Habib Sayyid Idrus bin Salim Aljufri atau Guru Tua dipusatkan di Komples Perguruan Alkhairaat, Kota Palu, Rabu.

Warga Alkhairaat (Abnaulkhairaat) berdatangan dari berbagai daerah di seluruh Indonesia, tumpah ruah di lapangan kompleks Alkhairaat seluas satu hektar. Bahkan, pengunjung membludak hingga ke Jalan Sis Aljufri Kota Palu, depan Kantor Pengurus Besar (PB) Alkhairaat.

Peringatan Haul ke-58 jatuh pada Rabu, 12 Syawal/1 April 2026 mengusung tema, meneguhkan spirit keteladanan Guru Tua dalam bingkai peradaban ilmu dan akhlak. Sebelum puncak haul, telah dilaksanakan Festival Raudhah SIS Aljufri sejak 28 hingga 30 Maret 2026.

Kondisi terkini Alkhairaat tidak kurang dari sepuluh juta Abnaulkhairaat tersebar di seluruh Indonesia. Khusus di bidang pendidikan, Alkhairaat memiliki satu perguruan tinggi, sekitar 50 pondok pesantren, serta 1.700 madrasah pada seluruh tingkatan pendidikan.



Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026