
Gubernur Sulteng ajak masyarakat teruskan perjuangan Guru Tua

Palu (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga serta meneruskan warisan perjuangan ulama Habib Sayyid Idrus bin Salim Aljufri atau Guru Tua melalui aksi nyata.
“Hari ini kita berkumpul membawa satu rasa, cinta yang tak terbatas kepada Sayyid Idrus bin Salim Aljufri. Mari kita lanjutkan apa yang telah beliau tinggalkan. Di manapun kita berada, kita punya kewajiban melanjutkan perjuangan Guru Tua,” katanya dalam peringatan Haul ke-58 Guru Tua di Palu, Rabu.
Ia menegaskan bahwa kecintaan kepada Guru Tua harus diwujudkan dalam aksi nyata, terutama dalam membangun peradaban melalui pendidikan.
Ia mengatakan haul ini menjadi ajang mempererat kecintaan umat sekaligus meneguhkan komitmen untuk melanjutkan perjuangan Guru Tua dalam bidang pendidikan dan dakwah.
Menurut dia, inti perjuangan Guru Tua adalah pendidikan sebagai fondasi utama peradaban. Ia menekankan bahwa Guru Tua tidak mewariskan harta, tetapi meninggalkan nilai dan semangat membangun umat melalui ilmu pengetahuan.
Gubernur juga mengungkapkan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk memperkuat sektor pendidikan, termasuk mendorong program wajib belajar 13 tahun.
Program ini, kata dia, diarahkan untuk mengakomodasi pendidikan Madrasah Diniyah Awaliyah Alkhairaat sebagai bagian penting dalam pembentukan karakter generasi muda.
“Kami sedang menggodok wajib belajar 13 tahun, agar Madrasah Diniyah Awaliyah bisa mendapatkan perhatian dan dukungan yang lebih baik. Pendidikan adalah tanggung jawab kita semua,” katanya.
Ia turut mengapresiasi para guru yang telah mengabdi di Madrasah Diniyah Awaliyah dalam mendidik generasi bangsa, serta mengajak seluruh masyarakat untuk menghidupkan kembali semangat pendidikan keagamaan.
Ia mengharapkan kegiatan ini menjadi momentum menjadi refleksi penting dalam memperkuat nilai-nilai keislaman yang moderat, inklusif, dan berkemajuan sebagaimana diwariskan oleh Guru Tua.
Pewarta : Nur Amalia Amir
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
