Legislator: Ada Skenario Merusak Indonesia Melalui Narkoba
Rabu, 6 Mei 2015 7:58 WIB
Sarifuddin Sudding (FOTO ANTARASulteng/Riski Maruto)
Palu, (antarasulteng.com) - Anggota Komisi III DPR Syarifuddin Sudding mengatakan ada skenario besar yang ingin merusak Indonesia dari dalam melalui jaringan narkoba.
"Ada skenario luar yang sengaja merusak generasi kita dengan narkoba," katanya pada sosialisasi empat pilar kebangsaan di Palu, Selasa sore.
Dia mengatakan kondisi tersebut sudah memprihatinkan bahkan ikut berdampak pada penegakan hukum pelaku narkoba dengan munculnya intervensi negara luar.
Terkait dengan hal itu, Ketua Fraksi Hanura DPR RI itu mengatakan dirinya tetap pada pendiriannya setuju dengan hukuman mati terhadap pelaku narkoba.
"Wajar dengan ganjaran setimpal demi keselamatan generasi kita," katanya.
Dia mengatakan pemerintah bersama DPR sedang menggodok apakah hukuman mati masih penting untuk diberlakukan di tanah air atau tidak.
"Atau dengan hukuman yang waktunya panjang. Ini sedang dibahas," katanya.
Dia mengatakan dirinya masih tetap pada pendiriannya semula bahwa hukuman mati tetap diperlukan khususnya kepada pelaku kejahatan luar biasa seperti pelaku narkoba dan teroris.
Sementara itu pengajar hak asasi manusia dari Universitas Tadulako Palu Suardi yang juga menjadi narasumber pada acara tersebut mengatakan hukuman mati perlu dihapus karena melanggar hak asasi manusia.
"Hapuskan hukuman mati karena tidak ada surat keputusan Tuhan kepada negara untuk mencabut nyawa seseorang," katanya.
Suardi mengatakan sebagai gantinya pemerintah harus memperbaiki tata kelola negara dan pemerintahan.
Masuknya narkoba di Indonesia, kata dia, menunjukkan buruknya tata kelola negara dan pemerintahan. (skd)
"Ada skenario luar yang sengaja merusak generasi kita dengan narkoba," katanya pada sosialisasi empat pilar kebangsaan di Palu, Selasa sore.
Dia mengatakan kondisi tersebut sudah memprihatinkan bahkan ikut berdampak pada penegakan hukum pelaku narkoba dengan munculnya intervensi negara luar.
Terkait dengan hal itu, Ketua Fraksi Hanura DPR RI itu mengatakan dirinya tetap pada pendiriannya setuju dengan hukuman mati terhadap pelaku narkoba.
"Wajar dengan ganjaran setimpal demi keselamatan generasi kita," katanya.
Dia mengatakan pemerintah bersama DPR sedang menggodok apakah hukuman mati masih penting untuk diberlakukan di tanah air atau tidak.
"Atau dengan hukuman yang waktunya panjang. Ini sedang dibahas," katanya.
Dia mengatakan dirinya masih tetap pada pendiriannya semula bahwa hukuman mati tetap diperlukan khususnya kepada pelaku kejahatan luar biasa seperti pelaku narkoba dan teroris.
Sementara itu pengajar hak asasi manusia dari Universitas Tadulako Palu Suardi yang juga menjadi narasumber pada acara tersebut mengatakan hukuman mati perlu dihapus karena melanggar hak asasi manusia.
"Hapuskan hukuman mati karena tidak ada surat keputusan Tuhan kepada negara untuk mencabut nyawa seseorang," katanya.
Suardi mengatakan sebagai gantinya pemerintah harus memperbaiki tata kelola negara dan pemerintahan.
Masuknya narkoba di Indonesia, kata dia, menunjukkan buruknya tata kelola negara dan pemerintahan. (skd)
Pewarta : Adha Nadjemuddin
Editor : Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Komisi III DPR minta Polda Sulteng dan BNN serius tangani masalah narkoba
15 April 2023 19:11 WIB, 2023
Terpopuler - Hiburan & Gaya Hidup
Lihat Juga
Pakar fertilitas: kesuburan bisa menurun karena terkena paparan asap rokok
23 February 2020 18:41 WIB, 2020
Bintang serial India "Swabhimaan" kagumi akan keindahan alam Indonesia
23 February 2020 0:56 WIB, 2020
Pakar Australia Prof. Anderson bagi ilmu bedah kraniofasial di Makassar
20 February 2020 3:16 WIB, 2020
Lokasi pemakaman Ashraf Sinclair di San Diego Hills Karawang dipesan mendadak
18 February 2020 18:22 WIB, 2020