Jakarta (ANTARA) - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, La Nyalla Mahmud Mattalitti menyoroti maraknya konten yang tidak mendidik di platform media sosial, sehingga ia mendorong adanya literasi digital untuk anak-anak dan remaja melalui pembuatan konten yang bermuatan positif.

Dia berpendapat perkembangan konten yang tidak mendidik justru semakin masif, dan jika tidak diantisipasi bisa mempengaruhi perkembangan anak-anak dan remaja.

"Banyak sekali konten yang kurang mendidik. Para konten kreator atau pemilik akun, hanya menjadikan media sosialnya sebagai hiburan semata. Sangat jauh sekali dari nilai edukatif. Hal itu sangat mengkhawatirkan untuk perkembangan jiwa anak-anak dan remaja," katanya, dikutip dari siaran resmi, Selasa.

Senator asal Jawa Timur itu memberi contoh bagaimana anak-anak di Tangerang yang terlindas truk hanya untuk membuat konten. Ia mengaku miris karena anak-anak meregang nyawa untuk sesuatu hal yang tidak jelas.

"Hal ini sudah pada taraf yang membahayakan jiwa bagi anak yang membuat konten dan juga yang menonton konten. Apalagi banyak orang tua yang tidak terlalu mengawasi tontonan anaknya," ujarnya.

Alumnus Universitas Brawijaya Malang itu menilai perlu adanya literasi digital untuk anak-anak dan remaja dengan konten yang mendidik. Literasi digital dibutuhkan sebelum permasalahan makin meluas pada ranah lainnya.

"Literasi digital dapat masuk kurikulum muatan lokal. Namun, tentunya hal ini pun harus dipahami oleh guru dan orang tua. Keterlibatan kedua komponen ini merupakan faktor terpenting," jelasnya.

Pria yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum Kadin Jawa Timur itu menambahkan, media sosial sangat dekat dengan anak dan remaja.

"Kanal media ini sangat penting bagi mereka. Oleh karena itu, bekal literasi digital sudah hal yang urgent agar tidak mencelakakan nyawa mereka dan juga masa depan anak-anak bangsa," katanya.
 

Pewarta : Nanien Yuniar
Uploader : Sukardi
Copyright © ANTARA 2024