Keris Bisa Jadi Pedoman Hidup?
Sabtu, 21 Juli 2012 13:50 WIB
Ilustrasi (pusaka nusantara)
Denpasar - Pengamat budaya, Prof I Nyoman Weda Kusuma menganggap bahwa
keris bisa menjadi pedoman hidup masyarakat dunia sehingga
kelestariannya sebagai warisan budaya perlu dijaga.
"Keris telah mendapat apresiasi lintas generasi yang diakui oleh UNESCO sehingga memiliki arti dan makna yang esensial terkandung di dalamnya dalam kehidupan manusia," kata Guru Besar Universitas Udayana (Unud) Denpasar itu, Jumat.
Dia berharap makna yang esensial itu dapat direvitalisasikan sesuai perkembangan budaya masyarakat pewarisnya dan bermanfaat dalam kehidupan masyarakat.
Organisasi Dunia Bidang Pendidikan dan Kebudayaan (UNESCO) telah mengakui keris sebagai warisan budaya masyarakat Indonesia.
Weda menjelaskan bahwa perkembangan keris di Indonesia dipengaruhi oleh peradaban Kerjaan Majapahit yang pernah berkuasa di seluruh wilayah Indonesia, bahkan sampai ke Thailand, Malaysia, Singapura dan Malaysia.
Ragam dan jenis keris yang ada di negara tetangga itu tidak jauh berbeda dengan keris yang diwarisi di Indonesia. Bentuk, fungsi, dan teknik penggarapannya tidak berbeda secara estetik.
Bahkan keris yang cukup melegenda ke seluruh Nusantara di antaranya keris karya Empu Gandring yang menyebabkan terbunuhnya tujuh keturunan raja, termasuk Ken Arok.
"Kekayaan dan keragaman keris nusantara diyakni memiliki fungsi dan makna yang identik dengan budaya masyarakat setempat sehingga tidak keliru UNESCO memutuskan keris Indonesia sebagai peninggalan peradaban dunia," kata Weda. (I006)
"Keris telah mendapat apresiasi lintas generasi yang diakui oleh UNESCO sehingga memiliki arti dan makna yang esensial terkandung di dalamnya dalam kehidupan manusia," kata Guru Besar Universitas Udayana (Unud) Denpasar itu, Jumat.
Dia berharap makna yang esensial itu dapat direvitalisasikan sesuai perkembangan budaya masyarakat pewarisnya dan bermanfaat dalam kehidupan masyarakat.
Organisasi Dunia Bidang Pendidikan dan Kebudayaan (UNESCO) telah mengakui keris sebagai warisan budaya masyarakat Indonesia.
Weda menjelaskan bahwa perkembangan keris di Indonesia dipengaruhi oleh peradaban Kerjaan Majapahit yang pernah berkuasa di seluruh wilayah Indonesia, bahkan sampai ke Thailand, Malaysia, Singapura dan Malaysia.
Ragam dan jenis keris yang ada di negara tetangga itu tidak jauh berbeda dengan keris yang diwarisi di Indonesia. Bentuk, fungsi, dan teknik penggarapannya tidak berbeda secara estetik.
Bahkan keris yang cukup melegenda ke seluruh Nusantara di antaranya keris karya Empu Gandring yang menyebabkan terbunuhnya tujuh keturunan raja, termasuk Ken Arok.
"Kekayaan dan keragaman keris nusantara diyakni memiliki fungsi dan makna yang identik dengan budaya masyarakat setempat sehingga tidak keliru UNESCO memutuskan keris Indonesia sebagai peninggalan peradaban dunia," kata Weda. (I006)
Pewarta :
Editor : Riski Maruto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kepala BRIN: Pelelangan kapal Baruna Jaya karena tidak layak operasi
07 February 2025 11:15 WIB, 2025
Marinir TNI AL latihan operasi pendaratan di Pulau Bathrust Australia
07 November 2024 10:46 WIB, 2024
Raja Belanda kembalikan keris milik Pangeran Diponegoro ke Presiden Jokowi
10 March 2020 13:28 WIB, 2020
Terpopuler - Wisata & Budaya
Lihat Juga
Pepadi Apresiasi Wali Kota Bandarlampung lestarikan budaya Indonesia
23 February 2020 11:31 WIB, 2020
Potensi rugi akibat berkurangnya wisman China mencapai 2,8 miliar dolar
13 February 2020 17:24 WIB, 2020
Wapres dorong dunia pariwisata dapat berinovasi sikapi dampak corona
10 February 2020 16:03 WIB, 2020