Menteri PPPA: Ketimpangan gender sebabkan perempuan rentan kekerasan
Selasa, 8 Maret 2022 14:12 WIB
Paparan yang disampaikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga dalam webinar bertajuk "Lawan Tabu, Perempuan Berani Bersuara" di Jakarta, Selasa (8/3/2022). (ANTARA/ Anita Permata Dewi)
Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga mengatakan ketimpangan gender membuat perempuan lebih rentan terhadap kekerasan, diskriminasi dan berbagai perlakuan salah lainnya.
"Oleh karenanya, selama kesetaraan gender belum kita capai, perhatian khusus memang perlu diberikan kepada perempuan dan anak," kata Menteri Bintang dalam webinar bertajuk "Lawan Tabu, Perempuan Berani Bersuara" yang diikuti di Jakarta, Selasa.
Selain itu, budaya patriarki yang mengakar dalam kehidupan bermasyarakat, menurut dia, telah menempatkan perempuan dan anak, terutama anak perempuan pada posisi yang lebih rentan dibandingkan dengan laki-laki.
Dalam momentum peringatan Hari Perempuan Internasional ini, pihaknya meminta para mahasiswa untuk berani melawan kekerasan terhadap perempuan.
"Agar dapat semakin memperkuat semangat perjuangan kita semua terutama para mahasiswa untuk berani melawan kekerasan terhadap perempuan demi terciptanya Indonesia dan dunia yang maju dan setara," pesannya.
Upaya untuk menurunkan kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan salah satu isu prioritas pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak yang diamanatkan kepada Kementerian PPPA pada periode 2020-2024 sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo.
Pihaknya menambahkan pemerintah juga telah memberikan berbagai upaya nyata terkait dengan kebijakan yakni mempercepat pengesahan Rancangan Undang-undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual atau RUU TPKS.
"Oleh karenanya, selama kesetaraan gender belum kita capai, perhatian khusus memang perlu diberikan kepada perempuan dan anak," kata Menteri Bintang dalam webinar bertajuk "Lawan Tabu, Perempuan Berani Bersuara" yang diikuti di Jakarta, Selasa.
Selain itu, budaya patriarki yang mengakar dalam kehidupan bermasyarakat, menurut dia, telah menempatkan perempuan dan anak, terutama anak perempuan pada posisi yang lebih rentan dibandingkan dengan laki-laki.
Dalam momentum peringatan Hari Perempuan Internasional ini, pihaknya meminta para mahasiswa untuk berani melawan kekerasan terhadap perempuan.
"Agar dapat semakin memperkuat semangat perjuangan kita semua terutama para mahasiswa untuk berani melawan kekerasan terhadap perempuan demi terciptanya Indonesia dan dunia yang maju dan setara," pesannya.
Upaya untuk menurunkan kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan salah satu isu prioritas pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak yang diamanatkan kepada Kementerian PPPA pada periode 2020-2024 sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo.
Pihaknya menambahkan pemerintah juga telah memberikan berbagai upaya nyata terkait dengan kebijakan yakni mempercepat pengesahan Rancangan Undang-undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual atau RUU TPKS.
Pewarta : Anita Permata Dewi
Editor : Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bintang Puspayoga berpesan pada pemilih pemula jangan golput pada Pemilu 2024
03 February 2024 7:22 WIB, 2024
Terpopuler - Sosial & Keagamaan
Lihat Juga
Pertamina salurkan bantuan ratusan Sembako momen hari buruh di Sulawesi Selatan
04 May 2026 21:15 WIB
Pertamina Sulawesi salurkan bantuan pemulihan infrastruktur pasca gempa di Bitung
16 April 2026 15:27 WIB