PU Palu Usulkan Pembangunan Empat Jaringan Irigasi
Senin, 23 Mei 2016 21:25 WIB
Salah satu irigasi di Sulawesi Tengah. (Foto : dok.sdasulteng)
Palu, (antarasulteng.com) - Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah mengusulkan pembangunan empat jaringan irigasi untuk pengaturan dan pemenuhan kebutuhan air penunjang kegiatan pertanian di kota tersebut.
Kepala Seksi Irigasi PU Kota Palu Anwar menyatakan pihaknya mengusulkan pembangunan empat jaringan irigasi senilai Rp2 Miliar di tahun 2016 untuk memaksimalkan petani mengelola lahan pertanian.
"Tahun ini kami ususlakan pembangunan empat jaringan irigasi, juga dikerjakan di tahun ini untuk pemaksimalan kerja petani dalam mengelola sawah di wilayahnya masing - masing," ungkap Anwar di Palu, Senin.
Anwar menguraikan ususlan pembangunan empat jaringan irigasi tersebut terletak di Kelurahan Duyu, Kelurahan Kawatuna, Kelurahan Pantoloan dan Kelurahan Kayu Malue Kecamatan Tawaeli.
Pembangunan irigasi itu penting karena sebagian besar lahan pertanian yang mestinya dapat dikelola dengan baik oleh petani di kelurahan tersebut, kini tidak dapat di manfaatkan oleh petani untk kegiatan pertanian.
Hal itu dikarenakan lahan yang sebelumnya telah di gunakan oleh petani sebagai lahan pertanian, kondisinya saat ini gersang dan sulit untuk dimanfaatkan untuk bercocok tanam.
Di sisi lain, urai dia, minimnya ketersediaan air yang dipengaruhi oleh kemarau panjang membuat lahan pertanian mati total, sehingga sebagian lahan pertanian milik petani dijual untuk pengembangan hunian.
"Kita tidak dapat munafik alasan petani menjual lahan pertanian, dikarenakan lahan pertanian gersang dan tandus yang tidak dapat dikelola untuk kegiatan bercocok tanam. Olehnya perlu ada pengairan dan pengaturan air, lewat sistem jaringan irigasi," sebutnya.
Terkait hal itu Ketua DPRD Kota Palu, M Iqbal Andi Magga di Palu, Senin 23/5, menyatakan ketersediaan jaringan irigasi yang memadai, akan menjadi penunjang petani yang menggarab sawahnya dibagian pinggiran kota tersebut.
"Produksi pertanian akan meningkat dan petani akan tidak terlalu susah, jika pemerintah menyediakan jaringan irigasi yang memadai untuk disuplai ke seluruh lahan pertanian milik petani," ungkap Eki sapaan akrab M Iqbal Andi Magga.
Politisi Partai Golongan Karya itu mengatakan sebagian masyarakat di pinggiran Kota Palu yang terletak di Kelurahan Petobo, Kawatuna, Kabonena, Donggala Kodi, Duyu, Pengawu, Liku, Kayu Malue dan kelurahan lainnya sampai saat ini masih tetap melakukan kegiatan bercocok tanam.
Dengan demikian, kata dia, mereka membutuhkan ketersediaan air untuk penunjang tanaman berupa padi, jagung, bawang, rica, tomat serta tanaman lainnya yang ada di masing-masing areal pertanian.
Kepala Seksi Irigasi PU Kota Palu Anwar menyatakan pihaknya mengusulkan pembangunan empat jaringan irigasi senilai Rp2 Miliar di tahun 2016 untuk memaksimalkan petani mengelola lahan pertanian.
"Tahun ini kami ususlakan pembangunan empat jaringan irigasi, juga dikerjakan di tahun ini untuk pemaksimalan kerja petani dalam mengelola sawah di wilayahnya masing - masing," ungkap Anwar di Palu, Senin.
Anwar menguraikan ususlan pembangunan empat jaringan irigasi tersebut terletak di Kelurahan Duyu, Kelurahan Kawatuna, Kelurahan Pantoloan dan Kelurahan Kayu Malue Kecamatan Tawaeli.
Pembangunan irigasi itu penting karena sebagian besar lahan pertanian yang mestinya dapat dikelola dengan baik oleh petani di kelurahan tersebut, kini tidak dapat di manfaatkan oleh petani untk kegiatan pertanian.
Hal itu dikarenakan lahan yang sebelumnya telah di gunakan oleh petani sebagai lahan pertanian, kondisinya saat ini gersang dan sulit untuk dimanfaatkan untuk bercocok tanam.
Di sisi lain, urai dia, minimnya ketersediaan air yang dipengaruhi oleh kemarau panjang membuat lahan pertanian mati total, sehingga sebagian lahan pertanian milik petani dijual untuk pengembangan hunian.
"Kita tidak dapat munafik alasan petani menjual lahan pertanian, dikarenakan lahan pertanian gersang dan tandus yang tidak dapat dikelola untuk kegiatan bercocok tanam. Olehnya perlu ada pengairan dan pengaturan air, lewat sistem jaringan irigasi," sebutnya.
Terkait hal itu Ketua DPRD Kota Palu, M Iqbal Andi Magga di Palu, Senin 23/5, menyatakan ketersediaan jaringan irigasi yang memadai, akan menjadi penunjang petani yang menggarab sawahnya dibagian pinggiran kota tersebut.
"Produksi pertanian akan meningkat dan petani akan tidak terlalu susah, jika pemerintah menyediakan jaringan irigasi yang memadai untuk disuplai ke seluruh lahan pertanian milik petani," ungkap Eki sapaan akrab M Iqbal Andi Magga.
Politisi Partai Golongan Karya itu mengatakan sebagian masyarakat di pinggiran Kota Palu yang terletak di Kelurahan Petobo, Kawatuna, Kabonena, Donggala Kodi, Duyu, Pengawu, Liku, Kayu Malue dan kelurahan lainnya sampai saat ini masih tetap melakukan kegiatan bercocok tanam.
Dengan demikian, kata dia, mereka membutuhkan ketersediaan air untuk penunjang tanaman berupa padi, jagung, bawang, rica, tomat serta tanaman lainnya yang ada di masing-masing areal pertanian.
Pewarta : Muhammad Hajiji
Editor : Rolex Malaha
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sigi usulkan sebanyak 14 titik saluran irigasi untuk mendukung cetak sawah baru
07 May 2026 20:30 WIB
Rusdy Mastura: Komisi Irigasi berperan penting di sektor pertanian
24 September 2024 14:15 WIB, 2024
Presiden Jokowi resmikan Bendungan Gumbasa Sulteng naikkan produksi pertanian
27 March 2024 13:26 WIB, 2024
Terpopuler - Sulteng
Lihat Juga
200-an kontraktor proyek Pemprov Sulteng belum ikutkan karyawannya ke BPJamsostek
21 February 2020 11:49 WIB, 2020
Hanura rekomendasikan Hadianto-Reni berpasangan di Pilkada Kota Palu
21 February 2020 0:05 WIB, 2020