Bantuan Rumah Nelayan Kementerian PUPR Terlantar
Kamis, 28 Juli 2016 19:22 WIB
Palu, (antarasulteng.com) - Sebanyak 50 unit rumah nelayan yang dibangun di Desa Meli Kecamatan Balaesang Kabupaten Donggala atas bantuan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam kondisi terlantar.
Rumah sederhana tipe 36 tersebut belum dihuni oleh masyarakat dikarenakan aliran listrik belum masuk ke rumah, walaupun instalasi jaringan telah ada.
"Kami sudah mengusulkan kepada PLN Area Palu untuk melakukan pemasangan jaringan listrik daya 900 watt," kata kuasa direktur PT. Angrilam Simta Mandiri, Andi Imran Mappasonda yang dihubungi dari Palu, Kamis.
Andi Imran menjelaskan bahwa pihaknya telah mengirimkan surat resmi dengan perusahaan listrik Negara (PLN), namun sampai saat ini kondisi PLN belum menyediakan daya 900 watt, yang tersedia kata dia hanya 1300 watt.
"Kalau yang dipasang 1300 watt, itu sudah diluar rencana anggaran biaya (RAB) yang disediakan hanya 900 watt dengan anggaran Rp600 ribu," ungkapnya.
Soal komunikasi dengan PLN untuk pemasangan jaringan listrik, itu sudah dilakukan pihaknya dari tahun 2015 lalu.
"Kami selalu bertanya kapan dipasang, jawabannya PLN belum ada," kata Andi Imran.
Terpisah Manajer PT PLN Area Palu, Emir Muhaimin mengatakan bahwa tidak ada alasan pihaknya untuk tidak memasang jaringan listrik bagi rumah bantuan pemerintah.
Namun kata dia, ada sejumlah persyaratan yang harus disiapkan terkait kebutuhan daya yang diusulkan untuk dilakukan pemasangan.
"Untuk daya 900 watt bagi masyarakat ekonomi lemah, harus disertai dengan kartu Indonesia sehat (KIS) atau kartu Indonesia pintar (KIP) atau Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Sementara untuk daya 1300 watt ke atas tidak perlu persyaratan seperti itu," katanya.
Emir juga menekankan bahwa daya 900 watt maupun 1300 watt saat ini tersedia. PLN dapat memasang kapan saja, asalkan jaringan listrik di daerah setempat telah ada serta persyaratan pemasangan juga dipenuhi.
PT Angrilam Simta Mandiri sebagai pelaksana pekerjaan dengan anggaran sebesar Rp4,83 miliar. Menurut Andi Imran Mappasonda bahwa pekerjaan tersebut telah diselesaikan pada Desember 2015.
Rumah sederhana tipe 36 tersebut belum dihuni oleh masyarakat dikarenakan aliran listrik belum masuk ke rumah, walaupun instalasi jaringan telah ada.
"Kami sudah mengusulkan kepada PLN Area Palu untuk melakukan pemasangan jaringan listrik daya 900 watt," kata kuasa direktur PT. Angrilam Simta Mandiri, Andi Imran Mappasonda yang dihubungi dari Palu, Kamis.
Andi Imran menjelaskan bahwa pihaknya telah mengirimkan surat resmi dengan perusahaan listrik Negara (PLN), namun sampai saat ini kondisi PLN belum menyediakan daya 900 watt, yang tersedia kata dia hanya 1300 watt.
"Kalau yang dipasang 1300 watt, itu sudah diluar rencana anggaran biaya (RAB) yang disediakan hanya 900 watt dengan anggaran Rp600 ribu," ungkapnya.
Soal komunikasi dengan PLN untuk pemasangan jaringan listrik, itu sudah dilakukan pihaknya dari tahun 2015 lalu.
"Kami selalu bertanya kapan dipasang, jawabannya PLN belum ada," kata Andi Imran.
Terpisah Manajer PT PLN Area Palu, Emir Muhaimin mengatakan bahwa tidak ada alasan pihaknya untuk tidak memasang jaringan listrik bagi rumah bantuan pemerintah.
Namun kata dia, ada sejumlah persyaratan yang harus disiapkan terkait kebutuhan daya yang diusulkan untuk dilakukan pemasangan.
"Untuk daya 900 watt bagi masyarakat ekonomi lemah, harus disertai dengan kartu Indonesia sehat (KIS) atau kartu Indonesia pintar (KIP) atau Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Sementara untuk daya 1300 watt ke atas tidak perlu persyaratan seperti itu," katanya.
Emir juga menekankan bahwa daya 900 watt maupun 1300 watt saat ini tersedia. PLN dapat memasang kapan saja, asalkan jaringan listrik di daerah setempat telah ada serta persyaratan pemasangan juga dipenuhi.
PT Angrilam Simta Mandiri sebagai pelaksana pekerjaan dengan anggaran sebesar Rp4,83 miliar. Menurut Andi Imran Mappasonda bahwa pekerjaan tersebut telah diselesaikan pada Desember 2015.
Pewarta : Fauzi
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Sulteng
Lihat Juga
200-an kontraktor proyek Pemprov Sulteng belum ikutkan karyawannya ke BPJamsostek
21 February 2020 11:49 WIB, 2020
Hanura rekomendasikan Hadianto-Reni berpasangan di Pilkada Kota Palu
21 February 2020 0:05 WIB, 2020