Rupiah bergerak naik menjadi Rp13.455 per dolar
Selasa, 3 Januari 2017 14:24 WIB
Ilustrasi (antaranews)
Jakarta (antarasulteng.com) - Nilai tukar rupiah dalam transaksi antarbank di Jakarta pada Selasa pagi bergerak naik 10 poin menjadi Rp13.455 per dolar AS.
"Nilai tukar rupiah bergerak cukup stabil dengan kecenderungan menguat di tengah fluktuasi mayoritas kurs di kawasan Asia yang terdepresiasi terhadap dolar AS," kata ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta.
Inflasi Desember 2016 yang diperkirakan di kisaran 3,1-3,2 persen secara tahunan, jauh lebih rendah dari angka November, menjaga fluktuasi kurs mata uang domestik.
"Di tengah tren kenaikan harga minyak global, inflasi domestik yang rendah akan memberikan daya tarik lebih terhadap aset berdenominasi rupiah," katanya.
Di sisi lain, dia menjelaskan, kekhawatiran fiskal juga mulai meredup dengan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2016 hanya di kisaran 2,64 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) hingga Desember 2016.
"Sentimen positif terhadap rupiah diperkirakan bertahan pada pekan pertama 2017 ini," katanya.
Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menambahkan inflasi tahun 2016 yang terjaga di level rendah direspons positif oleh pelaku pasar uang di dalam negeri.
"Kemungkinan penilaian stabilnya angka inflasi akan membuat tingkat suku bunga acuan akan dipertahankan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang akhirnya menjadi pendorong rupiah," katanya.
"Nilai tukar rupiah bergerak cukup stabil dengan kecenderungan menguat di tengah fluktuasi mayoritas kurs di kawasan Asia yang terdepresiasi terhadap dolar AS," kata ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta.
Inflasi Desember 2016 yang diperkirakan di kisaran 3,1-3,2 persen secara tahunan, jauh lebih rendah dari angka November, menjaga fluktuasi kurs mata uang domestik.
"Di tengah tren kenaikan harga minyak global, inflasi domestik yang rendah akan memberikan daya tarik lebih terhadap aset berdenominasi rupiah," katanya.
Di sisi lain, dia menjelaskan, kekhawatiran fiskal juga mulai meredup dengan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2016 hanya di kisaran 2,64 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) hingga Desember 2016.
"Sentimen positif terhadap rupiah diperkirakan bertahan pada pekan pertama 2017 ini," katanya.
Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menambahkan inflasi tahun 2016 yang terjaga di level rendah direspons positif oleh pelaku pasar uang di dalam negeri.
"Kemungkinan penilaian stabilnya angka inflasi akan membuat tingkat suku bunga acuan akan dipertahankan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang akhirnya menjadi pendorong rupiah," katanya.
Pewarta : Zubi Mahrofi
Editor : Rolex Malaha
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bank Indonesia sediakan Rp12,24 miliar lewat ekspedisi rupiah berdaulat di Sulteng
07 July 2026 20:05 WIB
Terpopuler - Ekonomi Keuangan
Lihat Juga
Pasokan beras di Palu masih lancar meskipun belum puncak panen padi
23 February 2020 18:36 WIB, 2020
SKK Migas bantu kapal ikan untuk nelayan Donggala, JOB-Tomori sumbang 3 kapal
21 February 2020 11:54 WIB, 2020
Citra Nuansa Elok investasikan Rp325 miliar bangun kembali Mall Tatura
21 February 2020 0:08 WIB, 2020
Presiden Jokowi ingin promosikan nikel Indonesia dalam Hanover Messe Jerman
17 February 2020 17:29 WIB, 2020