Peruri akan kembangkan solusi keamanan digital
Kamis, 19 Januari 2017 9:23 WIB
Karawang (antarasulteng.com) - Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri) mengaku akan mengembangkan solusi keamanan digital guna menghadapi era modern ke depan.
"Untuk bisnis digital, utamanya kami akan kembangkan proyek bisnis seperti track and trace untuk label keamanan produk. Jadi misal obat diberi kode tertentu agar bisa ketahuan asli atau palsu," kata Direktur Utama Perum Peruri Prasetio saat kunjungan ke pabrik pencetakan uang Peruri di Karawang Timur, Jawa Barat, Rabu.
Menurut Prasetio, sistem tersebut nantinya bisa diterapkan untuk berbagai produk termasuk bahan pokok. Sistem itu berguna agar tidak ada barang ilegal atau palsu beredar di masyarakat.
"Jadi untuk mitigasi, kami menjual sistem tersebut yang bisa diterapkan di pita cukai, farmasi dan produk lainnya," katanya.
Prasetio menambahkan, pihaknya juga akan mengembangkan industri "smart card" (kartu pintar) lantaran perusahaan tersebut telah memiliki kompetensi untuk mencetak.
"Tapi dalam skala besar kita menjajaki untuk tumbuh secara nonorganik dengan cara merger, mengakuisisi perusahaan target yang kriterianya sesu dengan yang kita kehendaki. Tentu prosesnya harus melalui konsultasi dengan pemilik modal," katanya.
Lebih lanjut, potensi bisnis lain yang terus digodok perusahaan adalah sejumlah sistem solusi digital yang berhubungan dengan fasilitasi sistem layanan publik seperti membayar pajak atau Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).
"Itu juga pasar karena itu menyangkut security (keamanan). Banyak hal yang menyangkut security seperti sertifikat, materai, itu bisa di-security-kan jadi e-paspor, e-materai dan lainnya," katanya.
Potensi pasar digital lainnya, lanjut Prasetio yakni Penyelenggara Sertifikasi Kehandalan (Sertification Authority).
Lembaga tersebut menyelenggarakan mekanisme dokumen keamanan yang harus disertifikasi keabsahannya oleh lembaga independen.
"Untuk dapat lisensi itu kami harus memiliki kompetensi dan mendapat izin dari Kominfo. Ini potensi bisnis juga," tukasnya.
"Untuk bisnis digital, utamanya kami akan kembangkan proyek bisnis seperti track and trace untuk label keamanan produk. Jadi misal obat diberi kode tertentu agar bisa ketahuan asli atau palsu," kata Direktur Utama Perum Peruri Prasetio saat kunjungan ke pabrik pencetakan uang Peruri di Karawang Timur, Jawa Barat, Rabu.
Menurut Prasetio, sistem tersebut nantinya bisa diterapkan untuk berbagai produk termasuk bahan pokok. Sistem itu berguna agar tidak ada barang ilegal atau palsu beredar di masyarakat.
"Jadi untuk mitigasi, kami menjual sistem tersebut yang bisa diterapkan di pita cukai, farmasi dan produk lainnya," katanya.
Prasetio menambahkan, pihaknya juga akan mengembangkan industri "smart card" (kartu pintar) lantaran perusahaan tersebut telah memiliki kompetensi untuk mencetak.
"Tapi dalam skala besar kita menjajaki untuk tumbuh secara nonorganik dengan cara merger, mengakuisisi perusahaan target yang kriterianya sesu dengan yang kita kehendaki. Tentu prosesnya harus melalui konsultasi dengan pemilik modal," katanya.
Lebih lanjut, potensi bisnis lain yang terus digodok perusahaan adalah sejumlah sistem solusi digital yang berhubungan dengan fasilitasi sistem layanan publik seperti membayar pajak atau Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).
"Itu juga pasar karena itu menyangkut security (keamanan). Banyak hal yang menyangkut security seperti sertifikat, materai, itu bisa di-security-kan jadi e-paspor, e-materai dan lainnya," katanya.
Potensi pasar digital lainnya, lanjut Prasetio yakni Penyelenggara Sertifikasi Kehandalan (Sertification Authority).
Lembaga tersebut menyelenggarakan mekanisme dokumen keamanan yang harus disertifikasi keabsahannya oleh lembaga independen.
"Untuk dapat lisensi itu kami harus memiliki kompetensi dan mendapat izin dari Kominfo. Ini potensi bisnis juga," tukasnya.
Pewarta : Ade Irma Junida
Editor : Rolex Malaha
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Triwulan III 2019 Peruri catatkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp266,72 miliar
06 November 2019 12:15 WIB, 2019
Terpopuler - Ekonomi Keuangan
Lihat Juga
Pasokan beras di Palu masih lancar meskipun belum puncak panen padi
23 February 2020 18:36 WIB, 2020
SKK Migas bantu kapal ikan untuk nelayan Donggala, JOB-Tomori sumbang 3 kapal
21 February 2020 11:54 WIB, 2020
Citra Nuansa Elok investasikan Rp325 miliar bangun kembali Mall Tatura
21 February 2020 0:08 WIB, 2020
Presiden Jokowi ingin promosikan nikel Indonesia dalam Hanover Messe Jerman
17 February 2020 17:29 WIB, 2020