Sektor Pertanian Masih Jadi Perhatian Sulteng
Kamis, 9 Maret 2017 19:08 WIB
Ilustrasi (antaranews)
Palu, (antarasulteng.com) - Sektor pertanian hingga kini tetap menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, meskipun sektor pertambangan saat ini menjadi kontributor utama pertumbuhan ekonomi daerah.
"Sulteng masih megunggulkan sektor pertanian," kata Asisten II Setda Provinsi Sulteng Bunga Elim Somba di sela-sela peresmian Rumah Pangan Kita dan Pusat Distribusi Perum Bulog Sulteng di Palu, Kamis.
Karena itu pemerintah sangat konsen dengan infranstruktur pertanian yang ada di daerah ini.
Infranstruktur seperti membangun dan memperbaiki jaringan irigasi di setiap daerah, membuka akses jalan usaha tani, nenyediakan sarana produksi petani seperti benih, pupuk, obata-obatan dan juga distribusi hasil panen dan pemasaran.
Semua yang menyangkut kebutuhan petani dan pekebuna menjadi perhatian pemerintah baik pusat maupun daerah.
Pemerintah dari tahun ke tahun terus berupaya untuk meningkatkan produksi petani untuk menjaga kedaulatan pangan nasional.
Program Pajala (padi jagung dan kedelai) yang gencar dilakukan dalam beberapa tahun terakhir ini di seluruh Tanah Air, termasuk Sulteng merupakan upaya pemerintah dalam rangka mempertahankan ketahanan pangan nasional.
Selain itu juga tentu agar impor Indonesia tidak lagi impor pangan karena stok dalam negeri bisa dipenuhi dari hasil petani.
Juga tentu pemerintah mau agar tingkat kesekahteraan petani semakin meningkat.
Pada 2017 ini Pemprov Sulteng berharap produksi pajala meningkat dan juga pendapatan petani. Harga pangan di tingkat petani saat ini semakin lebih bagus dari tahun-tahun sebelumnya.
Dengan demikian diharapkan petani Sulteng semakin bergairah lagi meningkatkan produksi dan kualitasnya. Sebab jika kualitasnya bagus, maka harga jualpun akan lebih tinggi dan sebaliknya.
"Sulteng masih megunggulkan sektor pertanian," kata Asisten II Setda Provinsi Sulteng Bunga Elim Somba di sela-sela peresmian Rumah Pangan Kita dan Pusat Distribusi Perum Bulog Sulteng di Palu, Kamis.
Karena itu pemerintah sangat konsen dengan infranstruktur pertanian yang ada di daerah ini.
Infranstruktur seperti membangun dan memperbaiki jaringan irigasi di setiap daerah, membuka akses jalan usaha tani, nenyediakan sarana produksi petani seperti benih, pupuk, obata-obatan dan juga distribusi hasil panen dan pemasaran.
Semua yang menyangkut kebutuhan petani dan pekebuna menjadi perhatian pemerintah baik pusat maupun daerah.
Pemerintah dari tahun ke tahun terus berupaya untuk meningkatkan produksi petani untuk menjaga kedaulatan pangan nasional.
Program Pajala (padi jagung dan kedelai) yang gencar dilakukan dalam beberapa tahun terakhir ini di seluruh Tanah Air, termasuk Sulteng merupakan upaya pemerintah dalam rangka mempertahankan ketahanan pangan nasional.
Selain itu juga tentu agar impor Indonesia tidak lagi impor pangan karena stok dalam negeri bisa dipenuhi dari hasil petani.
Juga tentu pemerintah mau agar tingkat kesekahteraan petani semakin meningkat.
Pada 2017 ini Pemprov Sulteng berharap produksi pajala meningkat dan juga pendapatan petani. Harga pangan di tingkat petani saat ini semakin lebih bagus dari tahun-tahun sebelumnya.
Dengan demikian diharapkan petani Sulteng semakin bergairah lagi meningkatkan produksi dan kualitasnya. Sebab jika kualitasnya bagus, maka harga jualpun akan lebih tinggi dan sebaliknya.
Pewarta : Anas Masa
Editor : Rolex Malaha
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Lembaga Pemasyarakatan Palu libatkan warga binaan budidaya tanaman hortikultura
30 August 2026 17:20 WIB
Mentan RI motivasi alumni Universitas Tadulako raih sukses dengan kerja keras
20 August 2026 14:36 WIB
Terpopuler - Ekonomi Keuangan
Lihat Juga
Pasokan beras di Palu masih lancar meskipun belum puncak panen padi
23 February 2020 18:36 WIB, 2020
SKK Migas bantu kapal ikan untuk nelayan Donggala, JOB-Tomori sumbang 3 kapal
21 February 2020 11:54 WIB, 2020
Citra Nuansa Elok investasikan Rp325 miliar bangun kembali Mall Tatura
21 February 2020 0:08 WIB, 2020
Presiden Jokowi ingin promosikan nikel Indonesia dalam Hanover Messe Jerman
17 February 2020 17:29 WIB, 2020