Indeks Bergerak Kisaran 4.235-4.280
Kamis, 11 Oktober 2012 7:26 WIB
Jakarta - Pergerakan IHSG pada perdagangan Kamis diperkirakan "mixed" dengan kecenderungan menguat. Peluang untuk "selective buy" pada saham unggulan terbuka luas, demikian analis periset Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, dengan menyingkap kisaran "support-resistance" indeks berada pada level 4.235-4.280.
IHSG masih dipengaruhi oleh antisipasi perkiraan laporan keuangan korporasi kuartal III-2012 yang diperkirakan menurun untuk pertama kalinya sejak 2009, juga memberikan tekanan negatif, katanya di Jakarta, Kamis.
IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi global tahun ini hanya 3,3 persen, turun dari perkirakaan awal 3,5 persen, atau yang terendah sejak resesi 2009. Sedangkan untuk tahun depan sebesar 3,6 persen, turun dari 3,9 persen. Pertemuan Kanselir Jerman dengan PM Yunani, Rabu (10/10) gagal menelurkan keputusan terkait kesepakatan tentang bantuan berikutnya untuk Yunani.
Analis Sinarmas Sekuritas James Wahjudi menambahkan, dirilisnya data-data ekonomi terutama data "mortgage application" AS, "machine orders" Jepang, dan tingkat inflasi Jerman dan Prancis selama September akan memberikan sentimen terhadap pergerakan indeks.
Namun, perlu mengantisipasi atas data "initial jobless claims" AS yang akan dirilis juga akan memberikan sentimen tambahan.
"Kami melihat perdagangan hari ini secara teknikal diperkirakan bergerak mixed pada kisaran 4.242-4.292," ungkapnya.
Ia merekomendasikan beberapa saham pilihan untuk d"ay trading", antara lain PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Hexindo Pratama Tbk (HEXA), PT Medco International Tbk (MEDC), dan PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI).
Sementara itu, Kepala Riset e-Trading Securities Bertrand Raynaldi menambahkan "support" IHSG, Kamis, diperkirakan akan berada pada level 4.200 dan "resistance" di level 4.288.
"Untuk perdagangan besok IHSG akan mengalami sentimen "mixed" dengan kecenderungan konsolidasi," ungkapnya.
Ia pun merekomendasikan beberapa saham yang dapat diperhatikan adalah PT Gudang Garam (GGRM), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM).
Pada perdagangan Rabu (10/10), IHSG ditutup turun tipis 0,24 poin (0,01 persen) ke level 4.280,01 dengan jumlah transaksi sebanyak 7,72 juta lot atau setara Rp4,14 triliun. Asing tercatat melakukan "net buy" di pasar reguler sebesar Rp125,32 miliar. Mata uang rupiah terapresiasi ke 9.594 per dolar AS.(KR-SSB)
IHSG masih dipengaruhi oleh antisipasi perkiraan laporan keuangan korporasi kuartal III-2012 yang diperkirakan menurun untuk pertama kalinya sejak 2009, juga memberikan tekanan negatif, katanya di Jakarta, Kamis.
IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi global tahun ini hanya 3,3 persen, turun dari perkirakaan awal 3,5 persen, atau yang terendah sejak resesi 2009. Sedangkan untuk tahun depan sebesar 3,6 persen, turun dari 3,9 persen. Pertemuan Kanselir Jerman dengan PM Yunani, Rabu (10/10) gagal menelurkan keputusan terkait kesepakatan tentang bantuan berikutnya untuk Yunani.
Analis Sinarmas Sekuritas James Wahjudi menambahkan, dirilisnya data-data ekonomi terutama data "mortgage application" AS, "machine orders" Jepang, dan tingkat inflasi Jerman dan Prancis selama September akan memberikan sentimen terhadap pergerakan indeks.
Namun, perlu mengantisipasi atas data "initial jobless claims" AS yang akan dirilis juga akan memberikan sentimen tambahan.
"Kami melihat perdagangan hari ini secara teknikal diperkirakan bergerak mixed pada kisaran 4.242-4.292," ungkapnya.
Ia merekomendasikan beberapa saham pilihan untuk d"ay trading", antara lain PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Hexindo Pratama Tbk (HEXA), PT Medco International Tbk (MEDC), dan PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI).
Sementara itu, Kepala Riset e-Trading Securities Bertrand Raynaldi menambahkan "support" IHSG, Kamis, diperkirakan akan berada pada level 4.200 dan "resistance" di level 4.288.
"Untuk perdagangan besok IHSG akan mengalami sentimen "mixed" dengan kecenderungan konsolidasi," ungkapnya.
Ia pun merekomendasikan beberapa saham yang dapat diperhatikan adalah PT Gudang Garam (GGRM), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM).
Pada perdagangan Rabu (10/10), IHSG ditutup turun tipis 0,24 poin (0,01 persen) ke level 4.280,01 dengan jumlah transaksi sebanyak 7,72 juta lot atau setara Rp4,14 triliun. Asing tercatat melakukan "net buy" di pasar reguler sebesar Rp125,32 miliar. Mata uang rupiah terapresiasi ke 9.594 per dolar AS.(KR-SSB)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Imelda Liliana: Indeks ketahanan daerah bagian penguatan mitigasi bencana
15 September 2026 18:14 WIB
Terpopuler - Ekonomi Keuangan
Lihat Juga
Pasokan beras di Palu masih lancar meskipun belum puncak panen padi
23 February 2020 18:36 WIB, 2020
SKK Migas bantu kapal ikan untuk nelayan Donggala, JOB-Tomori sumbang 3 kapal
21 February 2020 11:54 WIB, 2020
Citra Nuansa Elok investasikan Rp325 miliar bangun kembali Mall Tatura
21 February 2020 0:08 WIB, 2020
Presiden Jokowi ingin promosikan nikel Indonesia dalam Hanover Messe Jerman
17 February 2020 17:29 WIB, 2020