Sigi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) memastikan program pembagian seragam sekolah gratis di daerah itu tepat sasaran.

"Saat ini pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat sudah melakukan pendataan," kata Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi kepada awak media di Desa Bora, Kamis.

Ia mengemukakan pentingnya dilakukan pendataan itu untuk memastikan data dari Kementerian Sosial yakni Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) tidak berbeda dengan fakta di lapangan.

"Kenapa kami lakukan verifikasi kembali data yang ada di Dinas Pendidikan sebab ada banyak data secara fakta tidak sama," ucapnya.

Ia menuturkan beberapa kepala desa di Kabupaten Sigi sudah melaporkan bahwa DTSEN dari Kementerian Sosial tidak sama dengan data pemerintah daerah.

"Kami berharap masyarakat yang desil satu kategori sangat miskin dan desil dua miskin bisa mendapat bantuan seragam sekolah gratis itu, dan kriteria penerima itu sama dengan yang masuk ke sekolah rakyat," katanya.

Samuel menyebutkan pemerintah daerah sudah tidak menggunakan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) untuk pembagian seragam sekolah gratis itu.

"DTKS sudah tidak digunakan tapi dasar pemerintah daerah dalam verifikasi pemberian bantuan seragam sekolah gratis adalah DTSEN Kemensos," katanya.

Menurut dia, pihaknya sudah melakukan sosialisasi dan distribusi seragam gratis bagi yang sudah memenuhi syarat.

"Jadi program itu menyasar siswa pada tingkat PAUD, Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Sigi," ujarnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sigi tahun 2023, jumlah sekolah dasar (SD) di daerah itu 268 unit dengan jumlah guru 2.309 orang, dan siswa 25.543 orang, sedangkan sekolah menengah pertama (SMP) 68 sekolah, guru 836 orang dan siswa 8.496 orang.

 

 


Pewarta : Moh Salam
Editor : Andilala
Copyright © ANTARA 2026