Sigi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) memastikan terus melanjutkan program pemberdayaan kepada masyarakat, khususnya lanjut usia (lansia) di daerah tersebut.
"Jadi ada program pemberdayaan kepada lansia yang masih produktif bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka khususnya masih berada di desil 1 sampai 5," kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sigi Ariyanto di Sigi, Jumat.
Pihaknya tetap memberikan bantuan bersifat konsumtif kepada masyarakat sebab sumber pendanaan itu tidak hanya berasal dari APBD kabupaten tetapi dari APBD provinsi dan APBN.
"Harapannya ke depan masalah lanjut usia di Kabupaten Sigi seperti lansia terlantar dan disabilitas bisa teratasi," ucapnya.
Ia mengatakan pemerintah daerah bisa meminta bantuan kepada Kementerian Sosial melalui Sentra Nipotowe Palu yang berlokasi di Desa Kalukubula, Kabupaten Sigi.
"Salah satu tolak ukur keberhasilan kinerja Dinas Sosial dalam program pemberdayaan terlihat dari angka kemiskinan di Kabupaten Sigi mengalami penurunan signifikan," ujarnya.
Ia mengatakan selama 2025 pemerintah daerah fokus pada penanganan penurunan angka kemiskinan ekstrem.
"Tentunya melalui program pemberdayaan lansia ini bisa berjalan optimal sehingga angka kemiskinan di Sigi terus mengalami penurunan signifikan bahkan hingga zero kasus," kata dia.
Ariyanto menyebutkan penurunan kasus kemiskinan juga berbanding lurus dengan turunnya angka miskin ekstrem di Kabupaten Sigi.
"Pada intinya angka miskin ekstrem pasti ikut turun sebab pemerintah daerah melakukan intervensi masyarakat kategori miskin ekstrem," ujarnya.
Jumlah lansia yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) di Kabupaten Sigi mencapai 13.156 orang.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase kemiskinan di Kabupaten Sigi pada 2025 sebesar 10,47 persen.
Angka tersebut turun dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai 12,06 persen.
Jumlah warga Kabupaten Sigi pada 2025 mencapai 273,2 ribu jiwa dengan jumlah masyarakat miskin 28.604 jiwa.