Mahasiswa Mipa Untad Peduli Taman Nasional
Jumat, 10 November 2017 11:57 WIB
Objek Wisata Danau Tambing, Kabupaten Poso, di Taman Nasional Lore Lindu. (facebook)
Palu (antarasulteng.com) - Ratusan mahasiswa MIPA dari Universitas Tadulako (Untad) Palu, Sulawesi Tengah selama beberapa hari ke depan ini akan melaksanakan bakti sosial sebagai bentuk kepedulian terhadap Taman Nasional Lore Lindu (TNLL).
Kepala Balai Besar TNLL, Sudayatna di Palu, Jumat membenarkan adanya kegiatan dimaksud yang dipusatkan di obyek wisata alam Danau Tambing, Kabupaten Poso.
Selama beberapa hari, para mahasiswa MIPA Untad akan kerja bakti di dalam maupun sekitar lokasi obyek wisata tersebut.
Kegiatan antara lain membersihkan kawasan dari berbagai sampah dan juga menanam berbagai jenis pohon dan tanaman di dalam lokasi dan luar kawasan pada beberapa titik longsor.
"Ini kegiatan yang sangat baik dan perlu mendapat apresiasi," kata dia.
Danau Tambing selama ini sudah mulai banyak dikunjungi wisatawan mancanegara dan lokal.
Kebanyakan wisatawan mancanegara yang datang ke lokasi itu adalah para mahasiswa dan peneliti flora dan fauna. Paling banyak mereka melakukan pengamatan dan penelitian satwa endemik, terutama burung.
Di obyek wisata tersebut, kata Sudayatna dihuni lebih 200-an jenis burung dan sekitar 30 persen merupakan endemik yang hidup dan berkembangbiak hanya di hutan sekitarnya.
Karena itu, tidaklah heran jika Danau Tambing disebut "surganya" burung.
Ini yang banyak menarik para wisatawan mancanegara datang ke obyek wisata yang terletak pada ketinggian 1.700 meter dari permukaan laut atau berjarak sekitar 90an km dari Palu, Ibu Kota Provinsi Sulteng.
TNLL sebagian masuk dalam wilayah Kabupaten Poso dan sebagian lagi atau terbesar di Kabupaten Sigi.***
Kepala Balai Besar TNLL, Sudayatna di Palu, Jumat membenarkan adanya kegiatan dimaksud yang dipusatkan di obyek wisata alam Danau Tambing, Kabupaten Poso.
Selama beberapa hari, para mahasiswa MIPA Untad akan kerja bakti di dalam maupun sekitar lokasi obyek wisata tersebut.
Kegiatan antara lain membersihkan kawasan dari berbagai sampah dan juga menanam berbagai jenis pohon dan tanaman di dalam lokasi dan luar kawasan pada beberapa titik longsor.
"Ini kegiatan yang sangat baik dan perlu mendapat apresiasi," kata dia.
Danau Tambing selama ini sudah mulai banyak dikunjungi wisatawan mancanegara dan lokal.
Kebanyakan wisatawan mancanegara yang datang ke lokasi itu adalah para mahasiswa dan peneliti flora dan fauna. Paling banyak mereka melakukan pengamatan dan penelitian satwa endemik, terutama burung.
Di obyek wisata tersebut, kata Sudayatna dihuni lebih 200-an jenis burung dan sekitar 30 persen merupakan endemik yang hidup dan berkembangbiak hanya di hutan sekitarnya.
Karena itu, tidaklah heran jika Danau Tambing disebut "surganya" burung.
Ini yang banyak menarik para wisatawan mancanegara datang ke obyek wisata yang terletak pada ketinggian 1.700 meter dari permukaan laut atau berjarak sekitar 90an km dari Palu, Ibu Kota Provinsi Sulteng.
TNLL sebagian masuk dalam wilayah Kabupaten Poso dan sebagian lagi atau terbesar di Kabupaten Sigi.***
Pewarta : Anas Masa
Editor : Adha Nadjemudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Warga temukan situs megalitikum di areal tambang ilegal Dongi-Dongi kawasan TNLL
05 March 2026 3:44 WIB
BBTNLL mengajak pemda kembangkan wisata desa penyangga kawasan konservasi
11 February 2025 16:16 WIB, 2025
BBTNLL mendapat dukungan MUI Sulteng guna pelestarian alam dan lingkungan
10 February 2025 21:33 WIB, 2025
Terpopuler - Sulteng
Lihat Juga
200-an kontraktor proyek Pemprov Sulteng belum ikutkan karyawannya ke BPJamsostek
21 February 2020 11:49 WIB, 2020
Hanura rekomendasikan Hadianto-Reni berpasangan di Pilkada Kota Palu
21 February 2020 0:05 WIB, 2020