Palu (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, mendorong penguatan mitigasi bencana melalui sosialisasi Rencana Tindak Darurat (RTD) Bendungan guna meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakab Poso Alfred Suangg, di Poso, Senin, mengatakan sosialisasi RTD Bendungan merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana, khususnya yang berkaitan dengan keberadaan bendungan.

“Rencana Tindak Darurat Bendungan merupakan dokumen penting yang berfungsi sebagai pedoman dalam menghadapi kondisi darurat, seperti potensi kerusakan bendungan atau kejadian luar biasa lainnya,” katanya.

Oleh karena itu, kata dia, pemahaman yang baik dari seluruh pihak, terutama masyarakat di sekitar bendungan sangat diperlukan.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam upaya mitigasi bencana.

"Sosialisasi ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan serta kewaspadaan terhadap potensi bencana di wilayah sekitar bendungan," katanya.

Menurut dia, kesiapan sejak dini dinilai menjadi kunci utama dalam meminimalisir risiko serta dampak yang mungkin ditimbulkan.

Oleh karena itu, pihaknya berharap seluruh peserta dapat memahami prosedur penanganan keadaan darurat, termasuk jalur evakuasi serta peran masing-masing ketika terjadi situasi krisis.

“Pemerintah daerah berharap melalui kegiatan ini akan tercipta koordinasi yang baik serta kesiapsiagaan yang optimal, sehingga masyarakat dapat bertindak cepat dan tepat apabila terjadi kondisi darurat,” ujarnya.