Makassar (ANTARA) - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji (Kemenhaj) Sulawesi Selatan (Sulsel) Ikbal Ismail telah berkoordinasi dengan Kanwil Kemenhaj Sulbar untuk memproses ahli waris dari calon haji yang wafat sebelum pemberangkatan ke Tanah Suci agar masuk porsi 2027.
"Kami atas nama Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar turut berduka atas berpulangnya salah seorang calon haji asal Sulbar Syamsuddin Puang Launang (56), yang wafat sebelum pemberangkatan," ujarnya di Makassar, Rabu.
Ikbal Ismail yang juga Ketua PPIH Embarkasi Makassar itu mengaku ahli waris dari calon haji Syamsuddin Puang Launang akan mendapatkan prioritas berangkat haji pada musim haji 1448 Hijriah/2027 Masehi.
Ia mengatakan jika seorang calon haji yang meninggal sebelum pemberangkatan itu tetap menjadi prioritas, apalagi pihak Kemenhaj Sulbar juga telah merespons hal tersebut.
"Kuota hajinya tidak hangus, ada skema penggantian dan insya Allah untuk tahun depan digantikan oleh ahli warisnya," katanya.
Sebelumnya, Syamsuddin Puang Launang yang masuk dalam rombongan kelompok terbang (kloter) 19 itu menempuh perjalanan cukup jauh dari Provinsi Sulbar ke Sulsel melalui jalur darat dan diterima langsung di Aula Mina, Asrama Haji Sudiang Makassar, Senin (4/5).
Setelah prosesi penerimaan dan pemeriksaan berkas serta kesehatan, jamaah calon haji (JCH) kemudian diantar ke kamarnya masing-masing untuk beristirahat.
Namun, pada malam harinya, calon haji Syamsuddin Puang Launang mengalami sesak nafas dan diberikan tindakan medis oleh tim kesehatan asrama haji.
"Kondisinya tidak membaik, sehingga dirujuk ke RSUP Wahidin Sudirohusodo. Setelah ditangani oleh tim kesehatan, kondisinya semakin menurun dan akhirnya meninggal dunia keesokan harinya, Selasa (5/5). Keluarga almarhum yang mengantar juga langsung membawanya pulang ke Sulbar," ucapnya.