Gary Cohn mundur mebagai menasehat ekonomi gedung putih
Rabu, 7 Maret 2018 9:03 WIB
/Yuri Gripas (/Yuri Gripas) (/Yuri Gripas)
Washington, (Antaranews Sulteng) - Direktur Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih Gary Cohn mengatakan pada Selasa (6/3) bahwa dia mengundurkan diri, karena pemerintahan Donald Trump bersiap untuk mengenakan tarif impor baja dan aluminium.
Cohn, seorang bankir Wall Street, telah menjabat sebagai penasihat ekonomi utama Presiden Trump sejak awal pemerintahan.
"Merupakan kehormatan untuk melayani negara saya dan memberlakukan kebijakan ekonomi pro-pertumbuhan untuk menguntungkan rakyat Amerika, khususnya melakukan reformasi pajak yang bersejarah. Saya berterima kasih kepada Presiden karena memberi saya kesempatan itu dan saya berharap ia dan pemerintahannya akan sukses di masa depan," kata Cohn dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Gedung Putih.
Pengunduran diri Cohn terjadi setelah Trump mengatakan ia akan mengenakan tarif tinggi terhadap impor baja dan aluminium yang diperkirakan akan memukul sekutu dekat AS, Kanada dan Meksiko.
Trump mengumumkan pada 1 Maret bahwa Amerika Serikat berencana mengenakan tarif 25 persen untuk impor baja dan 10 persen untuk aluminium, karena impor tersebut mengancam keamanan nasional AS.
Sikap Trump yang bersikukuh akan menerapkan rencana itu memancing spekulasi bahwa Cohn akan meninggalkan Gedung Putih karena ia diketahui tidak sepakat dengan kebijakan tersebut.
Cohn, seorang "globalis" di dalam Gedung Putih, telah melakukan upaya terakhir untuk menghentikan rencana tarif baru Trump pada baja dan aluminium.
Trump menegaskan komitmennya untuk mengenakan tarif impor baja dan aluminium pada Selasa (6/3).
"Ketika kita berada di belakang di setiap negara, perang dagang tidak begitu buruk," kata Trump. "Perang dagang menyakitkan mereka, bukan kita."
Cohn, seorang bankir Wall Street, telah menjabat sebagai penasihat ekonomi utama Presiden Trump sejak awal pemerintahan.
"Merupakan kehormatan untuk melayani negara saya dan memberlakukan kebijakan ekonomi pro-pertumbuhan untuk menguntungkan rakyat Amerika, khususnya melakukan reformasi pajak yang bersejarah. Saya berterima kasih kepada Presiden karena memberi saya kesempatan itu dan saya berharap ia dan pemerintahannya akan sukses di masa depan," kata Cohn dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Gedung Putih.
Pengunduran diri Cohn terjadi setelah Trump mengatakan ia akan mengenakan tarif tinggi terhadap impor baja dan aluminium yang diperkirakan akan memukul sekutu dekat AS, Kanada dan Meksiko.
Trump mengumumkan pada 1 Maret bahwa Amerika Serikat berencana mengenakan tarif 25 persen untuk impor baja dan 10 persen untuk aluminium, karena impor tersebut mengancam keamanan nasional AS.
Sikap Trump yang bersikukuh akan menerapkan rencana itu memancing spekulasi bahwa Cohn akan meninggalkan Gedung Putih karena ia diketahui tidak sepakat dengan kebijakan tersebut.
Cohn, seorang "globalis" di dalam Gedung Putih, telah melakukan upaya terakhir untuk menghentikan rencana tarif baru Trump pada baja dan aluminium.
Trump menegaskan komitmennya untuk mengenakan tarif impor baja dan aluminium pada Selasa (6/3).
"Ketika kita berada di belakang di setiap negara, perang dagang tidak begitu buruk," kata Trump. "Perang dagang menyakitkan mereka, bukan kita."
Pewarta : -
Editor : Sukardi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pasokan beras di Palu masih lancar meskipun belum puncak panen padi
23 February 2020 18:36 WIB, 2020
SKK Migas bantu kapal ikan untuk nelayan Donggala, JOB-Tomori sumbang 3 kapal
21 February 2020 11:54 WIB, 2020
Citra Nuansa Elok investasikan Rp325 miliar bangun kembali Mall Tatura
21 February 2020 0:08 WIB, 2020
Presiden Jokowi ingin promosikan nikel Indonesia dalam Hanover Messe Jerman
17 February 2020 17:29 WIB, 2020
Terpopuler - Ekonomi Keuangan
Lihat Juga
Pasokan beras di Palu masih lancar meskipun belum puncak panen padi
23 February 2020 18:36 WIB, 2020
SKK Migas bantu kapal ikan untuk nelayan Donggala, JOB-Tomori sumbang 3 kapal
21 February 2020 11:54 WIB, 2020
Citra Nuansa Elok investasikan Rp325 miliar bangun kembali Mall Tatura
21 February 2020 0:08 WIB, 2020
Presiden Jokowi ingin promosikan nikel Indonesia dalam Hanover Messe Jerman
17 February 2020 17:29 WIB, 2020