Mahasiswa Unhas raih perak "Aisa Innovation Show"
Minggu, 29 April 2018 18:35 WIB
Universitas Hasanuddin Makassar (antaranews)
Makassar, (Antaranews Sulteng)- Mahasiswa Unhas menorehkan prestasi dengan meraih medali perak di ajang Asia Innovation Show di Penang, Malaysia, 27-28 April 2018.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unhas Dr Abdul Rasyid Jalil di Makassar, Minggu, menyambut gembira keberhasilan duta yang mampu mengharumkan kampus itu di ajang internasional yakni Ummu Aiman dan Husnul Khatimah.
"Mahasiswa Unhas itu prestasinya sudah sampai ke level internasional. Apalagi ini mereka masih S1 tapi sudah mengungguli doktor dan profesor. Kami bangga," katanya.
Tim Unhas sebenarnya terdiri atas tiga orang, termasuk Ardiyah Nurul Fitri dari Fakultas Farmasi. Namun karena satu dan lain hal, Ardiyah tidak dapat hadir ke Penang.
Lomba inovasi internasional yang diselenggarakan oleh Universitas Teknologi Mara ini diikuti 154 peserta yang mayoritas berpendidikan doktor dan bertitel profesor dari berbagai negara, khususnya kawasan ASEAN. Sementara tim Unhas sendiri masih merupakan mahasiswa S1.
Dalam ajang ini, utusan mahasiswa Unhas mendapat undangan khusus dari Universitas Teknologi Mara, setelah sebelumnya mereka menyabet medali emas di kompetisi yang hampir sama di Bangkok, Thailand pada awal Februari 2018 lalu. Karena itu, dalam proses registrasi lomba ini, Umum Aiman dan Khusnul Fatimah dibebaskan biaya pendaftaran.
Di lomba ini, kedua mahasiswa Kedokteran kembali mempersentasikan hasil risetnya berupa balsem yang dapat mengobati nyeri sendi atau arthritis. Hasil inovasi ini dibuat dari limbah kulit bawang merah yang telah diteliti secara ilmiah.
Atas pencapaian itu Ummu Aiman dari Fakultas Kedokteran mengucapkan syukur. Menurutnya, pencapaian prestasinya tidak lepas dari dukungan fakultas dan universitas sehingga mereka dapat mengikuti lomba internasional di Malaysia.
"Alhamdulillah, kami delegasi Unhas meraih medali perak di ajang Asia Innovation Show 2018," ujar Ummu Aiman.
Dirinya juga menyatakan kebahagiaannya bisa mengikuti kompetisi internasional tersebut dimana dia bisa sharing ilmu dan pengalaman dengan inovator-inovator dari negara lain.
Apalagi dia berkompetisi dengan para doktor dan profesor, sehingga mendapatkan pengalaman yang menarik. "Saya sangat senang bisa membawa pulang medali untuk Unhas," katanya.
Melalui pencapaiannya, mahasiswa angkatan 2015 ini berharap generasi muda Indonesia, khususnya mahasiswa Unhas bisa termotivasi untuk membuat karya dan inovasi untuk kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unhas Dr Abdul Rasyid Jalil di Makassar, Minggu, menyambut gembira keberhasilan duta yang mampu mengharumkan kampus itu di ajang internasional yakni Ummu Aiman dan Husnul Khatimah.
"Mahasiswa Unhas itu prestasinya sudah sampai ke level internasional. Apalagi ini mereka masih S1 tapi sudah mengungguli doktor dan profesor. Kami bangga," katanya.
Tim Unhas sebenarnya terdiri atas tiga orang, termasuk Ardiyah Nurul Fitri dari Fakultas Farmasi. Namun karena satu dan lain hal, Ardiyah tidak dapat hadir ke Penang.
Lomba inovasi internasional yang diselenggarakan oleh Universitas Teknologi Mara ini diikuti 154 peserta yang mayoritas berpendidikan doktor dan bertitel profesor dari berbagai negara, khususnya kawasan ASEAN. Sementara tim Unhas sendiri masih merupakan mahasiswa S1.
Dalam ajang ini, utusan mahasiswa Unhas mendapat undangan khusus dari Universitas Teknologi Mara, setelah sebelumnya mereka menyabet medali emas di kompetisi yang hampir sama di Bangkok, Thailand pada awal Februari 2018 lalu. Karena itu, dalam proses registrasi lomba ini, Umum Aiman dan Khusnul Fatimah dibebaskan biaya pendaftaran.
Di lomba ini, kedua mahasiswa Kedokteran kembali mempersentasikan hasil risetnya berupa balsem yang dapat mengobati nyeri sendi atau arthritis. Hasil inovasi ini dibuat dari limbah kulit bawang merah yang telah diteliti secara ilmiah.
Atas pencapaian itu Ummu Aiman dari Fakultas Kedokteran mengucapkan syukur. Menurutnya, pencapaian prestasinya tidak lepas dari dukungan fakultas dan universitas sehingga mereka dapat mengikuti lomba internasional di Malaysia.
"Alhamdulillah, kami delegasi Unhas meraih medali perak di ajang Asia Innovation Show 2018," ujar Ummu Aiman.
Dirinya juga menyatakan kebahagiaannya bisa mengikuti kompetisi internasional tersebut dimana dia bisa sharing ilmu dan pengalaman dengan inovator-inovator dari negara lain.
Apalagi dia berkompetisi dengan para doktor dan profesor, sehingga mendapatkan pengalaman yang menarik. "Saya sangat senang bisa membawa pulang medali untuk Unhas," katanya.
Melalui pencapaiannya, mahasiswa angkatan 2015 ini berharap generasi muda Indonesia, khususnya mahasiswa Unhas bisa termotivasi untuk membuat karya dan inovasi untuk kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara.
Pewarta : Abd Kadir
Editor : Sukardi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PT Vale-Unhas perkuat sinergi pendidikan dan industri lewat program Co-Ops
18 December 2025 11:46 WIB
Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan gandeng Unhas kembangkan potensi rumput laut
09 February 2023 9:55 WIB, 2023
Terpopuler - Sulteng
Lihat Juga
200-an kontraktor proyek Pemprov Sulteng belum ikutkan karyawannya ke BPJamsostek
21 February 2020 11:49 WIB, 2020
Hanura rekomendasikan Hadianto-Reni berpasangan di Pilkada Kota Palu
21 February 2020 0:05 WIB, 2020