Potensi Perikanan Masih Minim Tergarap
Rabu, 5 Desember 2012 12:50 WIB
Dua nelayan mencari udang rebon di pantai Tambak, Indramayu, Jawa Barat, Rabu (9/5). (FOTO ANTARA/Dedhez Anggara)
Jakarta (antarasulteng.com) - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Rokhmin Dahuri mengatakan,
Indonesia baru hanya memanfaatkan sebagian kecil dari potensi perikanan
yaitu hanya 20 persen sehingga terdapat banyak peluang yang dapat
dimanfaatkan.
"Potensi perikanan Indonesia pada tahun 2011 sekitar 65 juta ton per tahun sedangkan kita baru memanfaatkan 13,4 juta ton atau 20,7 persen," kata Rokhmin Dahuri dalam acara Seminar Nasional "Agribusiness Outlook 2013" yang digelar di Jakarta, Rabu.
Menurut Rokhmin, pada saat ini masih banyak kalangan yang tidak mengetahui bahwa sebenarnya sektor kelautan dan perikanan juga dapat dikelola dengan digabungkan dengan pertanian seperti menggunakan konsep "akuakultur" atau budidaya.
Selain itu, ujar dia, potensi pengembangan bisnis budidaya dapat dijalankan di kawasan lautan ("mariculture), area pantai, dan lingkungan air segar (danau, reservoir, sungai, kanal irigasi, bahkan di lahan pertanian atau minapadi), serta akuarium.
Ia juga memaparkan, beragam produk budidaya perikanan selain ikan adalah pakan berbahan baku ganggang serta produk farmasi dan kosmetik dari komponen bioaktif dari rumput laut dan sejumlah organisme akuatik."Ada begitu banyak peluang bisnis di sektor kelautan dan perikanan," katanya.
Rokhmin juga menuturkan, Indonesia memiliki peran strategis sebagai lumbung pangan dunia apalagi dengan dunia yang semakin besar jumlah penduduknya sehingga semakin bertambah pula kebutuhan akan berbagai macam kebutuhan seperti pangan dan obat-obatan serta kosmetik. (m040)
"Potensi perikanan Indonesia pada tahun 2011 sekitar 65 juta ton per tahun sedangkan kita baru memanfaatkan 13,4 juta ton atau 20,7 persen," kata Rokhmin Dahuri dalam acara Seminar Nasional "Agribusiness Outlook 2013" yang digelar di Jakarta, Rabu.
Menurut Rokhmin, pada saat ini masih banyak kalangan yang tidak mengetahui bahwa sebenarnya sektor kelautan dan perikanan juga dapat dikelola dengan digabungkan dengan pertanian seperti menggunakan konsep "akuakultur" atau budidaya.
Selain itu, ujar dia, potensi pengembangan bisnis budidaya dapat dijalankan di kawasan lautan ("mariculture), area pantai, dan lingkungan air segar (danau, reservoir, sungai, kanal irigasi, bahkan di lahan pertanian atau minapadi), serta akuarium.
Ia juga memaparkan, beragam produk budidaya perikanan selain ikan adalah pakan berbahan baku ganggang serta produk farmasi dan kosmetik dari komponen bioaktif dari rumput laut dan sejumlah organisme akuatik."Ada begitu banyak peluang bisnis di sektor kelautan dan perikanan," katanya.
Rokhmin juga menuturkan, Indonesia memiliki peran strategis sebagai lumbung pangan dunia apalagi dengan dunia yang semakin besar jumlah penduduknya sehingga semakin bertambah pula kebutuhan akan berbagai macam kebutuhan seperti pangan dan obat-obatan serta kosmetik. (m040)
Pewarta :
Editor : Riski Maruto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
CPM-TNI Angkatan Laut revitalisasi dermaga di Palu dongkrak ekonomi warga pesisir
09 September 2026 12:44 WIB
Nelayan Lembanato terapkan smart rompng tenaga Surya untuk perikanan ramah lingkungan
15 August 2026 12:04 WIB
Terpopuler - Ekonomi Keuangan
Lihat Juga
Pasokan beras di Palu masih lancar meskipun belum puncak panen padi
23 February 2020 18:36 WIB, 2020
SKK Migas bantu kapal ikan untuk nelayan Donggala, JOB-Tomori sumbang 3 kapal
21 February 2020 11:54 WIB, 2020
Citra Nuansa Elok investasikan Rp325 miliar bangun kembali Mall Tatura
21 February 2020 0:08 WIB, 2020
Presiden Jokowi ingin promosikan nikel Indonesia dalam Hanover Messe Jerman
17 February 2020 17:29 WIB, 2020