Anggota DPR : Sulteng butuh visi pembangunan berbasis kebencanaan
Jumat, 1 Februari 2019 18:59 WIB
Bendahara Umum DPP Partai Nasdem Ahmad M Ali (kemeja putih) meninjau dan berbincang dengan korban gempa dan tsunami di Desa Lero Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala. (Antaranews Sulteng/Humas Nasdem Sulteng M Hamdin) (Antaranews Sulteng/Humas Nasdem Sulteng M Hamdin/)
Palu, 1/2 (ANTARA News) - Anggota Komisi VII DPR RI Ahmad M Ali menilai Sulawesi Tengah pascabencana perlu memiliki visi pembangunan baru yang berbasis dan mengedepankan resiko kebencanaan.
"Sulteng harus dibangun dengan sebuah visi baru yang mempertimbangkan resiko bencana serta, dengan pendekatan pembangunan yang berbasis kawasan," ucap Ahmad M Ali di Palu, Jumat.
Ketua Fraksi Nasdem di DPR-RI itu menilai, informasi kebencanaan yang sudah beredar luas, baik itu berdasarkan hasil penelitian ilmiah, maupun statistik kebencanaan yang dikumpulkan para ahli pascabencana menunjukan suatu keharusan untuk mengubah visi pembangunan di Sulawesi Tengah.
"Kita perlu cara pandang baru, dan tentu belajar untuk mengintegrasikan misi yang harus diemban dalam upaya pembangunan dengan resiko-resiko yang harus dihitung berdasarkan kondisi kerawanan bencana. Harus ada perspektif baru dalam aglomerasi, perhitungan pemanfaatan zonasi ruang yang berbeda, dari kacamata sebelumnya," kata Ahmad M Ali.
Ia mengemukakan, Sulteng perlu kebijakan politik perencanaan daerah 25 tahun ke-depan, yakni road map 2020 menuju 2045.
Hal itu untuk menetapkan kawasan dalam desain tata ruang baru. Misalnya, untuk wilayah Lembah Palu perlu dibangun sebagai pusat studi nasional penanggulangan bencana, tempat ilmuan dari berbagai penjuru dunia datang belajar tentang bencana geologis untuk pemanfaatan mitigasi secara nasional.
Selanjutnya, kata Bendahara Umum Nasdem itu, Sulteng kedepan dalam road map tersebut perlu menetapkan kawasan pertumbuhan ekonomi berbasis industri ekstraktif yang di padu dengan tujuan pengurangan resiko bencana untuk kawasan timur.
Kemudian, ia menambahkan, Sulteng kedepan dalam rencana kerja jangka menengah itu perlu menetapkan kawasan yang secara potensial dijadikan sebagai pusat wisata sekaligus sasaran pemanfaatan ruang berbasis industri wisata.
"Kita harus belajar dan melatih semua stakeholder dalam menyusun rencana pembangunan berbasis pengurangan resiko bencana dalam skema, rakyat, investasi dan pemerintah," kata Ahmad M Ali.
Baca juga: Nasdem ajak masyarakat Parigi Moutong-Donggala menangkan Jokowi-Ma`ruf Amin
"Sulteng harus dibangun dengan sebuah visi baru yang mempertimbangkan resiko bencana serta, dengan pendekatan pembangunan yang berbasis kawasan," ucap Ahmad M Ali di Palu, Jumat.
Ketua Fraksi Nasdem di DPR-RI itu menilai, informasi kebencanaan yang sudah beredar luas, baik itu berdasarkan hasil penelitian ilmiah, maupun statistik kebencanaan yang dikumpulkan para ahli pascabencana menunjukan suatu keharusan untuk mengubah visi pembangunan di Sulawesi Tengah.
"Kita perlu cara pandang baru, dan tentu belajar untuk mengintegrasikan misi yang harus diemban dalam upaya pembangunan dengan resiko-resiko yang harus dihitung berdasarkan kondisi kerawanan bencana. Harus ada perspektif baru dalam aglomerasi, perhitungan pemanfaatan zonasi ruang yang berbeda, dari kacamata sebelumnya," kata Ahmad M Ali.
Ia mengemukakan, Sulteng perlu kebijakan politik perencanaan daerah 25 tahun ke-depan, yakni road map 2020 menuju 2045.
Hal itu untuk menetapkan kawasan dalam desain tata ruang baru. Misalnya, untuk wilayah Lembah Palu perlu dibangun sebagai pusat studi nasional penanggulangan bencana, tempat ilmuan dari berbagai penjuru dunia datang belajar tentang bencana geologis untuk pemanfaatan mitigasi secara nasional.
Selanjutnya, kata Bendahara Umum Nasdem itu, Sulteng kedepan dalam road map tersebut perlu menetapkan kawasan pertumbuhan ekonomi berbasis industri ekstraktif yang di padu dengan tujuan pengurangan resiko bencana untuk kawasan timur.
Kemudian, ia menambahkan, Sulteng kedepan dalam rencana kerja jangka menengah itu perlu menetapkan kawasan yang secara potensial dijadikan sebagai pusat wisata sekaligus sasaran pemanfaatan ruang berbasis industri wisata.
"Kita harus belajar dan melatih semua stakeholder dalam menyusun rencana pembangunan berbasis pengurangan resiko bencana dalam skema, rakyat, investasi dan pemerintah," kata Ahmad M Ali.
Baca juga: Nasdem ajak masyarakat Parigi Moutong-Donggala menangkan Jokowi-Ma`ruf Amin
Pewarta : Muhammad Hajiji
Editor : Adha Nadjemudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Program Remaja Bernegara NasDem jadi "lab politik" bagi generasi muda
21 February 2025 14:46 WIB, 2025
Surya Paloh: Meski NasDem belum optimal, tapi masyarakat beri dukungan
11 November 2024 10:30 WIB, 2024
Surya Paloh: Singkirkan praktik transaksional jika ingin bangun bangsa
11 November 2024 10:28 WIB, 2024
Pengamat: PKS-PKB-NasDem berpotensi jadi partai "plus" KIM di Jakarta
07 August 2024 13:54 WIB, 2024
Relawan: Ucapan Surya Paloh ke Prabowo-Gibran contoh rekonsiliasi baik
21 March 2024 13:03 WIB, 2024
Terpopuler - Sulteng
Lihat Juga
200-an kontraktor proyek Pemprov Sulteng belum ikutkan karyawannya ke BPJamsostek
21 February 2020 11:49 WIB, 2020
Hanura rekomendasikan Hadianto-Reni berpasangan di Pilkada Kota Palu
21 February 2020 0:05 WIB, 2020