ECB: Suku Bunga Rendah Bisa Timbulkan Masalah
Selasa, 19 Februari 2013 8:49 WIB
Brussell (antarasulteng.com) - Gubernur Bank Sentral Eropa pada Senin menguraikan risiko
mempertahankan suku bunga rendah untuk jangka waktu yang lama kepada
para anggota Parlemen Eropa di Brussel.
Mario Draghi menyatakan ECB tidak mungkin memangkas suku bunga acuan yang sudah berada di rekor terendah, lapor AFP.
Ia juga menegaskan pandangan bank tentang tingkat nilai tukar euro di pasar valuta asing, mengatakan pembicaraan perang mata uang "benar-benar berlebihan".
"Tentu saja, ECB menyadari adanya tantangan yang timbul dari periode kebijakan suku bunga rendah yang berlarut-larut," kata Draghi, seminggu setelah bank memutuskan untuk mempertahankan suku bunga utamanya tak berubah pada rekor rendah 0,75 persen.
Dia mengatakan bahwa suku bunga rendah untuk waktu yang lama bisa membahayakan tingkat pengembalian untuk para penabung dan investor serta kemungkinan memicu gelembung (bubble) dalam harga rumah.
Dalam lingkungan suku bunga rendah, bank juga mungkin memiliki lebih sedikit insentif untuk memonitor risiko kredit dengan baik, dan kemungkinan memberikan pinjaman terlalu banyak ke sektor usaha yang tidak menguntungkan," kata Draghi.
Draghi mengatakan suku bunga saat ini "akomodatif", yang para analis sering artikan bahwa bank tidak mungkin menurunkan suku bunga mereka lebih lanjut.
Beralih ke nilai tukar, Draghi mengatakan: "Saya benar-benar menemukan bahasa berlebihan mengacu pada perang mata uang di tengah kekhawatiran bahwa euro terlalu kuat di pasar valuta asing dan kekhawatiran atas yen Jepang yang lemah."
Dia merujuk pada pernyataan yang dibuat oleh Kelompok 20 negara maju dan negara berkembang di Moskow selama akhir pekan, di mana negara-negara maju berjanji mereka tidak akan menargetkan kurs valas tertentu atau mendevaluasi mata uang untuk membuat mereka lebih kompetitif.
"Saya mendesak semua pihak untuk menjalankan disiplin yang sangat, sangat kuat. Saya pikir kita mengurangi pembicaraan tentang hal ini lebih baik," kata Draghi. (A026/skd)
Mario Draghi menyatakan ECB tidak mungkin memangkas suku bunga acuan yang sudah berada di rekor terendah, lapor AFP.
Ia juga menegaskan pandangan bank tentang tingkat nilai tukar euro di pasar valuta asing, mengatakan pembicaraan perang mata uang "benar-benar berlebihan".
"Tentu saja, ECB menyadari adanya tantangan yang timbul dari periode kebijakan suku bunga rendah yang berlarut-larut," kata Draghi, seminggu setelah bank memutuskan untuk mempertahankan suku bunga utamanya tak berubah pada rekor rendah 0,75 persen.
Dia mengatakan bahwa suku bunga rendah untuk waktu yang lama bisa membahayakan tingkat pengembalian untuk para penabung dan investor serta kemungkinan memicu gelembung (bubble) dalam harga rumah.
Dalam lingkungan suku bunga rendah, bank juga mungkin memiliki lebih sedikit insentif untuk memonitor risiko kredit dengan baik, dan kemungkinan memberikan pinjaman terlalu banyak ke sektor usaha yang tidak menguntungkan," kata Draghi.
Draghi mengatakan suku bunga saat ini "akomodatif", yang para analis sering artikan bahwa bank tidak mungkin menurunkan suku bunga mereka lebih lanjut.
Beralih ke nilai tukar, Draghi mengatakan: "Saya benar-benar menemukan bahasa berlebihan mengacu pada perang mata uang di tengah kekhawatiran bahwa euro terlalu kuat di pasar valuta asing dan kekhawatiran atas yen Jepang yang lemah."
Dia merujuk pada pernyataan yang dibuat oleh Kelompok 20 negara maju dan negara berkembang di Moskow selama akhir pekan, di mana negara-negara maju berjanji mereka tidak akan menargetkan kurs valas tertentu atau mendevaluasi mata uang untuk membuat mereka lebih kompetitif.
"Saya mendesak semua pihak untuk menjalankan disiplin yang sangat, sangat kuat. Saya pikir kita mengurangi pembicaraan tentang hal ini lebih baik," kata Draghi. (A026/skd)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Harga emas naik tipis setelah berada di harga terendah dalam tiga minggu terakhir
15 September 2023 6:07 WIB, 2023
Terpopuler - Ekonomi Keuangan
Lihat Juga
Pasokan beras di Palu masih lancar meskipun belum puncak panen padi
23 February 2020 18:36 WIB, 2020
SKK Migas bantu kapal ikan untuk nelayan Donggala, JOB-Tomori sumbang 3 kapal
21 February 2020 11:54 WIB, 2020
Citra Nuansa Elok investasikan Rp325 miliar bangun kembali Mall Tatura
21 February 2020 0:08 WIB, 2020
Presiden Jokowi ingin promosikan nikel Indonesia dalam Hanover Messe Jerman
17 February 2020 17:29 WIB, 2020