Emas Jatuh, Dolar Bangun
Kamis, 14 Maret 2013 8:29 WIB
(reuters)
Chicago (antarasulteng.com) - Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange (NYMEX) jatuh pada Rabu (Kamis pagi WIB) karena dolar AS menguat.
Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman April turun 3,3 dolar AS, atau 0,21 persen, menjadi menetap di 1.588,4 dolar AS per ounce, lapor Xinhua.
Departemen Perdagangan AS, Rabu, mengumumkan bahwa penjualan ritel mencatat kenaikan 1,1 persen pada Februari, kenaikan terbesar dalam lima bulan.
Sementara indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang mata uang utama, naik menjadi 82,869 dari 82,585 pada Selasa, tingkat tertinggi sejak awal Agustus lalu.
Data AS lainnya yang diterbitkan Rabu memberikan pengaruh kecil terhadap emas: Mortgage Bankers Association mengatakan jumlah aplikasi hipotek (KPR) yang diajukan di AS turun 4,3 persen pada pekan lalu; Departemen Tenaga Kerja melaporkan bahwa harga yang dibayar untuk barang yang diimpor ke AS melonjak 1,1 persen untuk kedua bulan berturut-turut pada Februari, kenaikan terbesar dalam indeks harga impor keseluruhan sejak Agustus.
Perak untuk pengiriman Mei kehilangan 21,3 sen, atau 0,73 persen, menjadi ditutup pada 28,958 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April turun 1,9 dolar AS, atau 0,12 persen, menjadi ditutup pada 1.593,1 dolar AS per ounce. (A026)
Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman April turun 3,3 dolar AS, atau 0,21 persen, menjadi menetap di 1.588,4 dolar AS per ounce, lapor Xinhua.
Departemen Perdagangan AS, Rabu, mengumumkan bahwa penjualan ritel mencatat kenaikan 1,1 persen pada Februari, kenaikan terbesar dalam lima bulan.
Sementara indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang mata uang utama, naik menjadi 82,869 dari 82,585 pada Selasa, tingkat tertinggi sejak awal Agustus lalu.
Data AS lainnya yang diterbitkan Rabu memberikan pengaruh kecil terhadap emas: Mortgage Bankers Association mengatakan jumlah aplikasi hipotek (KPR) yang diajukan di AS turun 4,3 persen pada pekan lalu; Departemen Tenaga Kerja melaporkan bahwa harga yang dibayar untuk barang yang diimpor ke AS melonjak 1,1 persen untuk kedua bulan berturut-turut pada Februari, kenaikan terbesar dalam indeks harga impor keseluruhan sejak Agustus.
Perak untuk pengiriman Mei kehilangan 21,3 sen, atau 0,73 persen, menjadi ditutup pada 28,958 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April turun 1,9 dolar AS, atau 0,12 persen, menjadi ditutup pada 1.593,1 dolar AS per ounce. (A026)
Pewarta :
Editor : Riski Maruto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
DPRD Sulteng minta evaluasi tambang ilegal di Dongi-Dongi Poso setelah longsor
12 September 2026 13:38 WIB
Sejumlah penambang di lokasi PETI Dongi-Dongi Kabupaten Poso tertimpa longsor
12 September 2026 12:57 WIB
Terpopuler - Ekonomi Keuangan
Lihat Juga
Pasokan beras di Palu masih lancar meskipun belum puncak panen padi
23 February 2020 18:36 WIB, 2020
SKK Migas bantu kapal ikan untuk nelayan Donggala, JOB-Tomori sumbang 3 kapal
21 February 2020 11:54 WIB, 2020
Citra Nuansa Elok investasikan Rp325 miliar bangun kembali Mall Tatura
21 February 2020 0:08 WIB, 2020
Presiden Jokowi ingin promosikan nikel Indonesia dalam Hanover Messe Jerman
17 February 2020 17:29 WIB, 2020