Pendapatan nelayan Natuna berkurang Hingga 75 persen
Jumat, 3 Januari 2020 16:38 WIB
Sejumlah kapal asing hasil tangkapan yang bersandar di Pangkalan PDSKP Batam beberapa waktu lalu. (Naim)
Batam (ANTARA) - Pendapatan ikan nelayan Kabupaten Natuna Kepulauan Riau berkurang sekitar 75 persen, semenjak 2 bulan terakhir.
"Kalau semenjak 2 bulan terakhir, iya, penurunannya jauh turun," kata pengumpul ikan Kabupaten Natuna, Boy melalui sambungan telepon di Batam, Jumat.
Ia menyatakan, biasanya, satu kelompok nelayan mengumpulkan hingga 4 kotak ikan. Satu kotak bisa memuat hingga 100 Kg ikan. Namun kini, para pencari ikan hanya bisa mengumpulkan 1 kotak.
"Itu penghasilan 4 hari di laut. Ada juga yang seminggu di laut dapat 2 kotak," ujar dia.
Menurut dia, terdapat beberapa penyebab pendapatan nelayan Natuna berkurang sejak 2 bulan terakhir, diantaranya karena cuaca dan gelombang laut yang tinggi, serta ketakutan nelayan melaut jauh.
Ia menambahkan, nelayan Natuna kini tidak berani melaut jauh karena khawatir tertabrak kapal Vietnam yang mencari ikan di sekitar laut yang sama.
"Karena nelayan yang ada di Natuna kapalnya kecil. Mau menyeberang jauh takut. Karena di sini kebanyakan kapal Vietnam," kata dia.
Banyak nelayan Natuna yang memilih untuk mencari ikan hanya di perairan terdekat, meski peluang mendapatkan ikan di tempat jauh lebih banyak.
Sementara itu, dari Natuna dilaporkan, Ketua Nelayan Lubuk Lumbang, Kelurahan Bandarsyah, Bunguran Timur, Natuna, Herman mengimbau anggotanya agar tidak takut untuk terus melaut.
Ia berharap Kapal Pengawas Indonesia turut mengawasi nelayan Natuna saat mencari ikan di perairan Indonesia.
"Kalau semenjak 2 bulan terakhir, iya, penurunannya jauh turun," kata pengumpul ikan Kabupaten Natuna, Boy melalui sambungan telepon di Batam, Jumat.
Ia menyatakan, biasanya, satu kelompok nelayan mengumpulkan hingga 4 kotak ikan. Satu kotak bisa memuat hingga 100 Kg ikan. Namun kini, para pencari ikan hanya bisa mengumpulkan 1 kotak.
"Itu penghasilan 4 hari di laut. Ada juga yang seminggu di laut dapat 2 kotak," ujar dia.
Menurut dia, terdapat beberapa penyebab pendapatan nelayan Natuna berkurang sejak 2 bulan terakhir, diantaranya karena cuaca dan gelombang laut yang tinggi, serta ketakutan nelayan melaut jauh.
Ia menambahkan, nelayan Natuna kini tidak berani melaut jauh karena khawatir tertabrak kapal Vietnam yang mencari ikan di sekitar laut yang sama.
"Karena nelayan yang ada di Natuna kapalnya kecil. Mau menyeberang jauh takut. Karena di sini kebanyakan kapal Vietnam," kata dia.
Banyak nelayan Natuna yang memilih untuk mencari ikan hanya di perairan terdekat, meski peluang mendapatkan ikan di tempat jauh lebih banyak.
Sementara itu, dari Natuna dilaporkan, Ketua Nelayan Lubuk Lumbang, Kelurahan Bandarsyah, Bunguran Timur, Natuna, Herman mengimbau anggotanya agar tidak takut untuk terus melaut.
Ia berharap Kapal Pengawas Indonesia turut mengawasi nelayan Natuna saat mencari ikan di perairan Indonesia.
Pewarta : Yuniati Jannatun Naim
Editor : Sukardi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BG: Kerja sama dengan China tidak pengaruhi posisi RI di Natuna Utara
14 November 2024 13:02 WIB, 2024
Menko Polhukam: Satuan TNI terintegrasi diperkuat demi antisipasi konflik di LCS
20 March 2024 8:17 WIB, 2024
Terpopuler - Seputar Sulteng
Lihat Juga
Bupati Parigi Moutong minta kepala desa data kebun warga terdampak karhutla
06 February 2026 21:12 WIB
Pemkab Parigi Moutong buka opsi minta bantuan helikopter padamkan karhutla
05 February 2026 19:45 WIB
BPBD salurkan air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Parigi Moutong
05 February 2026 13:01 WIB