Jakarta (antarasulteng.com) - Mantan Menteri Koordinator Perekonomian, Kwik Kian Gie
mengatakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dapat
meningkatkan surplus belanja, sehingga pemerintah memiliki dana untuk
membiayai pembangunan.
"Harga BBM Rp4.500 terlalu murah, kenaikan harga BBM memacu
terjadinya surplus lebih tinggi untuk membiayai pembangunan," kata Kwik
di Jakarta, Senin.
Kwik mengatakan pemerintah wajar menaikkan harga BBM bersubsidi pada
kisaran Rp5.500-Rp6.500 per liter, karena terdapat tiga faktor
pertimbangan berdasarkan Pasal 33 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.
Tiga faktor tersebut, lanjut dia, antara lain pertimbangan
kepantasan atau kepatutan, daya beli masyarakat dan nilai strategis.
Dari sisi kepantasan, harga BBM bersubsidi tidak patut lebih murah
dari sebotol air minum, sedangkan terkait daya beli masyarakat, harga
Rp5.500-Rp6.500 per liter masih tergolong wajar.
Sementara, dari faktor strategis, BBM merupakan barang sangat
strategis yang dibutuhkan dan dipergunakan oleh sebagian besar
masyarakat Indonesia.
Kwik menyebutkan seharusnya pemerintah tidak mengulur waktu
memberlakukan kenaikan harga BBM bersubsidi yang digulir sejak awal
2012, sehingga tidak mengganggu psikologis masyarakat sebelum
diberlakukan harga baru.
Kwik: Kenaikan Harfga BBM Tingkatkan Surplus Belanja
Rabu, 26 Juni 2013 14:25 WIB
(ANTARA)
Pewarta : Satyagraha
Editor : Riski Maruto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Ekonomi Keuangan
Lihat Juga
Pasokan beras di Palu masih lancar meskipun belum puncak panen padi
23 February 2020 18:36 WIB, 2020
SKK Migas bantu kapal ikan untuk nelayan Donggala, JOB-Tomori sumbang 3 kapal
21 February 2020 11:54 WIB, 2020
Citra Nuansa Elok investasikan Rp325 miliar bangun kembali Mall Tatura
21 February 2020 0:08 WIB, 2020
Presiden Jokowi ingin promosikan nikel Indonesia dalam Hanover Messe Jerman
17 February 2020 17:29 WIB, 2020