
Warga Konflik Diangkat Jadi Satpol PP

Kalau jadi staf biasa, ya gak ada pembinaan. Begitu jadi karyawan kontrak ya langsung bekerja seperti biasa. Tapi kalau menjadi Satpol PP, mereka akan dibina mentalnya," katanya.
Palu - Pemerintah Kota Palu mengangkat sekitar 150 warga yang selama ini tinggal di lokasi konflik, Kelurahan Nunu dan Tavanjuka, menjadi anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemerintah Kota Palu Aspah di Palu, Rabu, mengatakan mereka diberi pekerjaan oleh pemerintah daerah setempat dengan status karyawan kontrak.
Aspah mengatakan Pemerintah Kota Palu memandang bahwa salah satu penyebab sering terjadinya konflik antara warga Nunu dan Tavanjuka adalah kurangnya kesejahteraan.
Dengan menjadi anggota Satpol PP, katanya, maka warga yang selama ini belum memiliki pekerjaan tetap akan mendapatkan tambahan penghasilan tetap sehingga kesejahteraan meningkat.
Ia tidak menampik bahwa sebagian yang diangkat menjadi Satpol PP bisa saja sering terlibat konflik di Nunu dan Tavanjuka namun sebagian juga bagian dari warga kedua kelurahan itu yang selama ini tidak terlibat konflik.
"Sekarang ini jumlah Satpol PP jadi banyak di sini. Coba lihat saat apel tadi pagi," katanya.
Menurut dia, mereka diangkat menjadi Satpol PP dan bukan menjadi staf di kantor atau dinas sebab di Satpol ada sistem pembinaan mental dan karakter
"Kalau jadi staf biasa, ya gak ada pembinaan. Begitu jadi karyawan kontrak ya langsung bekerja seperti biasa. Tapi kalau menjadi Satpol PP, mereka akan dibina mentalnya," katanya.
Ia mengatakan tidak menutup kemungkinan Satpol PP yang berasal dari daerah konflik ini nantinya akan ditempatkan di kantor kelurahan atau kecamatan seiring dengan akan bertambah jumlah kecamatan dari empat menjadi delapan.
Sejauh ini, katanya, mereka bisa bekerja dengan baik di Kantor Satpol PP dan belum pernah membawa apa yang terjadi di Nunu dan Tavanjuka ke tempat kerja.
"Mereka baik kok. Saling menyapa dan rukun-rukun saja. Kami berharap mereka bisa hidup damai di daerahnya," katanya.
Sebelumnya, sebagian warga di Nunu dan Tavanjuka sering terlibat bentrokan yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa, luka maupun rumah terbakar.
Penyebab konflik hanya masalah ketersinggungan, dendam dan saling curiga kendati sebenarnya mereka masih memiliki hubungan kekerabatan.
Tahun 2012 ini saja, dua orang tewas akibat konflik itu.
Pemerintah Kota Palu dan Kementerian Sosial ikut turun tangan mengatasi konflik ini, termasuk memberikan bantuan kontrak rumah bagi warga yang kehilangan rumah.
(S027)
Pewarta :
Editor:
Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026
