Logo Header Antaranews Sulteng

Menjamin Akurasi DPT Pemilu 2014 Di Palu

Senin, 28 Oktober 2013 05:37 WIB
Image Print
Ilustrasi (antaranews)

Palu, (antarasulteng.com) - Hari sudah jauh malam lelaki itu masih saja belum bergeser dari depan komputer di Kantor Kelurahan Tatura Selatan.

Sambil sesekali mengisap rokok, "Pak Welem" --sapaan sehar-hari-- lelaki kelahiran Tanah Toraja, Sulawesi Selatan memeriksa secara teliti data daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2014 yang ada di komputer.

Satu per satu nama yang ada di DPT Kelurahan Tatura Selatan diperiksanya dengan teliti. "Saya harus pastikan bahwa semua nama yang ada di DPT sudah akurat," katanya.

Ia mengatakan jika ternyata ada pemilih yang sudah masuk dalam DPT hasil perbaikan yang ditetapkan pada pertengahan Oktober 2013 itu sudah meninggal, maka ia harus membuatkan berita acara untuk dilaporkan kepada PPK dan KPU setempat.

Pak Welem Tambing, itulah nama lengkap pria berdarah Toraja yang juga adalah Ketua Penitia Pemungutan Suara (PPS) Kelurahan Tatura Selatan.

Ia mengaku sudah beberapa kali pelaksanaan Pemilu, selalu dipercayakan menjadi Ketua PPS di Kelurahan Tatura Selatan. Pada Pemilu 2004 dan 2009 menjadi Ketua PPS di kelurahan yang sama.

Pada Pemilu 2014 yang akan berlangsung April mendatang, ia juga kembali ditunjuk sebagai Ketua PPS di kelurahan tempat domisilinya.

Sebenarnya, sudah capek untuk mengurus Pemilu, sebab tanggungjawab tidak mudah.

Menjadi ketua PPS itu berat, sebab bisa dipenjara kalau sampai melalukan kesalahan.

Namun karena namanya amanah, maka mau tidak mau seberat apapun tanggungjawab yang harus dipikulnya, sebagai anak bangsa patut menerima dan menjalankan tugas dan tanggungjawab demi suksesnya tahapan-tahapan sampai pelaksanaan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2013.

Belajar dari pengalaman dua kali menjadi Ketua PPS di Kelurahan Tatura Selatan, mantan PNS di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Tengah, Welem berusaha mendata semua warga yang sudah wajib ikut memilih pada Pemilu.

Karena itu, semua data calon pemilih mulai dari tahap pendataan yang dilakukan masing-masing pantarlih di seluruh Kelurahan Tatura Selatan sampai pada proses verifikasi dan validasi hingga penetapan DPT perbaikan dikawal ketat.

"Saya harus pastikan bahwa data yang ada benar-benar sudah akurat sehingga tidak ada lagi komplen dari warga yang merasa tidak terdaftar dalam DPT hasil perbaikan," katanya.

Dia mengaku, hampir tidak ada waktu untuk beristirahat. Waktu kebanyakan tersita untuk mengurus DPT. Meski hari libur (hari Minggu) yang seharusnya waktu untuk istirahat berkumpul dengan keluarga, ia tetap ke Kantor Kelurahan untuk mengerjakan perkerjaan yang belum selesai.

"Ya paling tidak saya pergi ke gereja dahulu dan setelah itu baru kembali lagi ke kantor kelurahan (tempat posko PPS) Tatura Selatan," katanya.

Menurut dia, DPT hasil perbaikan untuk wilayah Tatura Selatan tidak perlu diragukan lagi karena telah melalui tahapan dan proses yang cukup panjang.

Namun demikian, sebagai manusia biasa tentu tidak luput dari kekurangan dan keterbatasan dan kehilafan tidak menutup kemungkinan masih ada warga yang belum terdaftar dalam DPT hasil perbaikan.

Mereka yang belum terdaftar masih bisa menyalurkan aspirasi politiknya pada Pemilu 2014 karena KPU setempat telah menyediakan formolih pemilih khusus dan sudah dibagikan kepada semua Ketua Rukun Tetangga (RT) di wilayah masing-masing.

Kenapa dibagikan kepada RT. Perlu diketahui bahwa hampir semua petugas pantarlih Pemilu di Kelurahan Tatura Selatan adalah ketua-ketua RT.

Jadi, RT yang paling tahu warganya. Kalau ada warga yang belum sempat terdata, otomatis RT akan melaporkan atau memasukan dalam daftar pemilih khusus.

Namun demikian, Welem mengimbau kepada warga untuk ikut proaktif melapor kepada RT atau PPS kalau belum terdaftar dalam DPT perbaikan.

Masih ada kesempatan untuk dimasukan dalam daftar pemilih khusus. "Silakan lapor kepada ketua RT dilingkungan masing-masing.Nanti RT akan mendata dan memasukan nama saudara di daftar pemilih khusus yang telah disiapkan KPU dan kini sudah berada ditangan PPS dan ketua RT," katanya.


Hindari Golput


Pengamat politik dari Universitas Tadulaku (Untad) Palu di Sulawesi Tengah, Irwan Waris mengajak warga di daerah itu untuk menghidari golput (golongan putih atau tidak menggunakan hak pilih) pada Pemilu Legislatif dan Presiden 2014.

Ia mengatakan setiap warga negara yang sudah memiliki hak suara harus bisa menyalurkan aspirasi politiknya, bukan sebaliknya tidak menggunakan haknya.

"Jangan sampai ada warga yang tidak memilih," kata Irwan dihadapan peserta sosialisasi pendidikan politik yang diselenggaran Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat Palu belum lama ini.

Dosen FISIP Untad Palu itu mengatakan Tuhan telah memberikan dan mengaruniakan suara untuk kita gunakan sebaik mungkin, termasuk di antaranya menyalurkan aspirasi politik pada Pemilu Legislatif dan Presiden.

Menurut dia, jika kita tidak memilih, sama dengan kita tidak menghargai hak dan tanggungjawab yang telah diberikan Allah kepada manusia.

Karena itu memilih golput merupakan hal yang merugikan dan sangat bertentangan dengan perintah Allah.

Ia mengatakan meskipun dalam setiap kali pemelihan umum baik Pemilu Legislatif, Presiden maupun Pilkada banyak warga yang memilih golput karena merasa kecewa atas kepemimpinan mereka.

Tetapi sebagai warga negara yang baik dan mahluk ciptaan Allah, mau atau tidak mau, suka atau tidak suka kita harus memberikan suara pada pesta demokrasi yang diselenggaran setiap lima tahun sekali itu.

"Kecuali jika memang kita golput hanya karena tidak terdata sebagai calon pemilih, itu bukanlah suatu kekeliruan, kesalahan atau kesengajaan kita," katanya.

"Kalau itu terjadi, tidak ada masalahnya. Yang penting jangan sampai sudah terdata sebagai calon pemilih tetap, tetapi sengaja tidak memilih itu yang tidak benar," ujarnya.

Irwan juga mengingatkan masyarakat yang akan memilih untuk menolak adanya politik uang dari para caleg-caleg.

"Kita tidak boleh menjual suara kita hanya karena ingin dapat uang," katanya.

Kalau ada caleg yang datang memberikan uang, langsung ditolak karena ketika kita mengambil, itu berarti sama halnya menjual suara.


Semakin kecil

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Palu, Marwan P Angku yakin jumlah pemilih yang golput pada Pemilu Legislatif dan Presiden 2014 semakin lebih kecil dari pemilu sebelumnya.

"Kita terus berupaya dengan berbagai cara untuk mengantisipasi pemilih golput pada Pemilu 2014," katanya.

Salah satu langkah yang ditempuh KPU dalam rangka untuk menggaet seluruh calon pemilih yang ada di Kota Palu agar mereka bisa memilih pada Pemilu Legislatif dan Presiden 2014 dengan gencar melakukan sosialisasi.

Sosialisasi dimaksud antara lain dengan mendatangi calon pemilih (pelajar dan mahasiswa) di sekolah dan juga perguruan tinggi negari maupun swasta yang ada di ibu kota provinsi Sulteng.

Menurut dia, potensi pemilih pemula yang paling banyak adalah pelajar.

Mungkin di rumah mereka belum sempat didata oleh petugas pantarlih, maka di sekolah langsung didata sehingga bisa masuk DPT.

Langkah KPU tersebut merupakan salah satu solusi untuk mengantisipasi atau mengurangi jumlah pemilih yang golput.

Pengalaman pada pemilu sebelumnya, termasuk Pemilu 2009 jumlah pemilih golput cukup banyak, katanya tanpa merinci.

Karena itu, dengan langkah ini paling tidak dapat memperkecil jumlah pemilih yang tidak menyalurkan aspirasi politiknya pada Pemilu 2014.

Kalau mereka sengaja golput itu merupakan haknya. "Yang penting mereka masuk DPT," katanya.

Jika saatnya dilaksanakan Pemilu dan mereka tidak menyalurkan aspirasi atau memilih golput, itu tidak masalah karena sudah merupakan pilihan mereka.

Jumlah kelurahan di Palu saat ini sebanyak 45 dengan jumlah penduduk sekitar 310 ribu jiwa tersebar di delapan kecamatan Palu Utara, Palu Selatan, Palu Barat, Palu Timur, Taweli, Mantikulore, Ulujadi dan Tatanga.

Buka pendaftaran

Marwan juga mengatakan KPU telah membuka pendaftaran untuk pemilih khusus bagi warga yang belum masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT).

"Masih ada kesempatan bagi warga yang belum terdaftar pada DPT hasil perbaikan untuk bisa menyalurkan aspirasi politik Pemilu 2014. Silahkan melapor kepada RT atau PPS dan PPK yang ada di wilayah masing-masing," katanya.

Ia mengatakan DPT hasil perbaikan memang sudah ditetapkan dan diumumkan pada 18 Oktober 2013 oleh KPU setempat namun kesempatan tetap masih ada karena KPU menyediakan daftar pemilih khusus.

Karena itu, Marwan mengimbau masyarakat yang ada di Kota Palu yang merasa belum terdaftar dalam DPT hasil perbaikan untuk secepatnya melapor.

DPT hasil perbaikan sudah ada di setiap kantor kelurahan di Palu sehingga warga bisa mengecek dan jika namanya tidak ada dalam DPT tersebut segera melapor kepada RT, PPS dan PPK setempat, ujarnya.

Marwan memperkirakan masih ada warga yang berhak memilih tetapi belum masuk DPT.

Dia menjamin DPT hasil perbaikan cukup akurat karena telah melalui tahapan seleksi dan validasi cukup panjang.

Jumlah pemilih tetap pada Pemilu 2014 di Kota Palu ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat sebanyak 242.290 jiwa.

Sementara jumlah TPS di Palu pada Pemilu Legislatif 2014 ditetapkan KPU sebanyak 688 atau meningkat dibandingkan Pemilu 2009 yang hanya 672 TPS.

Setiap TPS sesuai aturan KPU maksimal 500 orang pemilih.

Marwan juga menjamin DPT hasil perbaikan untuk Pemilu Legislatif dan Presiden di Kota Palu yang telah ditetapkan KPU sudah akurat karena telah melalui proses seleksi dan validasi beberapa kali.

Kalaupun ada warga yang belum terdaftar, jumlahnya kemungkinan besar sangat sedikit sekali.

Jumlah calon anggota legislatif (caleg) yang akan bertarung merebut kursi di DPRD Kota Palu pada Pemilu 2014 saat ini sebanyak 416 dari sebelumnya 418 orang.

Dua di antaranya caleg meninggal dunia.(skd)



Pewarta :
Editor: Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026