Logo Header Antaranews Sulteng

Pembangunan Jembatan Palu V ditarget selesai pertengahan Juli

Senin, 22 Juni 2020 05:24 WIB
Image Print
Progres pembangunan Jembatan Palu V yang dikerjakan PT Bumi Duta Persada telah selesai membangun gelagar dengan bentangan 50 meter sebanyak delapan buah. Perusahaan targetkan pekerjaan akan selesai pertengahan Juli 2020. (HO-Humas BDP)
Sekarang pengerjaan sudah 90 persen lebih setelah kami menyelesaikan pekerjaan paling berat dan tersulit dari pembangunan jembatan itu

Palu (ANTARA) - Kontraktor pengerjaan Jembatan Palu V, PT Bumi Duta Persada, menargetkan seluruh pekerjaan kontruksi jembatan terbesar di Kota Palu itu akan rampung sesuai masa kontrak yang diberikan yakni pertengahan Juli 2020.

"Sekarang pengerjaan sudah 90 persen lebih setelah kami menyelesaikan pekerjaan paling berat dan tersulit dari pembangunan jembatan itu," kata Humas PT Bumi Duta Persada Taufik Kamase di Palu, Minggu malam, menanggapi progres pembangunan jembatan Palu V tersebut.

Dia mengatakan salah satu pekerjaan paling berat dan sulit dari pembangunan itu yakni pemasangan gelagar dengan bentangan 50 meter dan berat 100 ton.

"Sementara kita harus membangun delapan gelagar, berat totalnya kurang lebih 800 ton," kata Taufik.

Setelah pekerjaan ini kata dia, kini perusahaan melangkah ke pemasangan cor atas jembatan dan ditargetkan akan tuntas sesuai masa kontrak.

Taufik mengakui, kontrak pengerjaan jembatan tersebut telah mengalami dua kali perubahan karena proses pembangunannya berlangsung di tengah terpaan pandemi COVID-19.

Akibat COVID-19, kata dia, para pekerja termasuk teknisi dan peralatan yang didatangkan dari Jawa tidak bisa maksimal sehingga ikut memengaruhi proses pengerjaan jembatan yang meghubungkan Kelurahan Tatura Utara dan Nunu tersebut.

"Yang semestinya dikerjakan 16 orang, tetapi karena tidak semua tenaga kerja bisa masuk Palu karena corona, akhirnya yang bekerja hanya enam, kadang tujuh orang," katanya.

Demikian halnya peralatan yang digunakan seperti 'louncer' dan 'crane', teknisinya semua didatangkan dari Jawa.

"Ini semua yang menghambat sehingga terjadi kelambatan. Andaikan bukan COVID-19, sudah selesai semua pekerjaan itu," katanya.

Sebelumnya Wali Kota Palu Hidayat mengatakan pembangunan jembatan tersebut telah direncanakan jauh sebelum bencana gempa, tsunami dan likuefaksi melanda Kota Palu pada 28 September 2018. Bencana tersebut juga ikut menghancurkan jembatan Palu IV, salah satu jembatan lengkung yang menjadi ikon Kota Palu.

Hidayat mengatakan dengan hilangnya jembatan Palu IV mengakibatkan jalur transportasi yang menghubungkan Palu bagian barat dan Palu bagian timur terganggu sehingga pembangunan jembatan Palu V menjadi solusi mengurai kemacetan di ibukota Provinsi Sulawesi Tengah itu.

Selain itu kata Hidayat, pembangunan Jembatan Palu V juga diharapkan mengurai masalah ekonomi masyarakat di Kota Palu khususnya di Kelurahan Nunu dan Tatura karena jembatan tersebut juga sekaligus didesain menjadi ikon wisata yang sekitarnya juga menyediakan fasilitas bisnis.



Pewarta :
Editor: Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026