BUMD Sulteng siapkan dana pembangunan gedung CBD Rp44 miliar

id CBD Sulteng,BUMD Sulteng

BUMD Sulteng siapkan dana pembangunan gedung CBD  Rp44 miliar

Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola saat meninjau lokasi pembangunan pembangunan  gedung pusat bisnis (Central Bussines District/CBD) di Jalan Kartini, Kota Palu, Senin (24/8). (Humas Sulteng)

Palu (ANTARA) - PT. Pembangunan Sulteng, salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Sulawesi Tengah, mempersiapkan peletakan batu pertama pembangunan gedung pusat bisnis (Central Bussines District/CBD) Kota Palu dengan dana sekitar Rp44 miliar.

"Rencana pembangunan gedung pusat bisnis tersebut akan menelan anggaran Rp44 miliar yang diperoleh dari investor mitra PT. Pembangunan Sulteng," kata Direktur Utama PT. Pembangunan Sulteng Suaib Djafar di Palu, Selasa.

Secara teknis persiapan konstruksi, kata dia, rencana pembangunan gedung berlantai lima di pusat kota itu tidak ada masalah sehingga saat dilakukan peletakan batu pertama akan dilanjutkan dengan pembangunan konstruksi.

"Besok kita kembali lakukan pertemuan dengan pihak kontraktor dan pihak terkait lainnya untuk mematangkan semuanya," ujarnya.

ia menyampailan pada hari Senin (24/8) Gubernur Sulteng Longki Djanggola sudah meninjau lokasi persiapan pembangunan CBD itu.

"Beliau memastikan posisi bangunan karena di dekat gedung itu ada aset Pemprov Sulteng yakni eks gedung Dinas Cipta Karya untuk penyesuaian sehingga area tersebut dapat dijadikan lokasi parkir," kata mantan Kadis Penanaman Modal Provinsi Sulawesi Tengah itu.

Dia mengatakan gedung tersebut akan dijadikan pusat perkantoran perwakilan dari seluruh perusahaan yang berinvestasi di Sulawesi Tengah sehingga memudahkan bagi pelaku bisnis berkomunikasi dan koordinasi dalam urusan pelayanan administrasi dan informasi.

"Pusat bisnis itu nantinya diharapkan bisa menciptakan lapangan kerja dan wadah investasi terintegrasi dari seluruh investasi yang masuk di daerah itu," ujarnya.

Pewarta :
Editor : Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.