Logo Header Antaranews Sulteng

Sulteng Akan Mulai Menanam Jagung

Sabtu, 6 September 2014 12:56 WIB
Image Print
Seorang petani saat memanen jagungnya di Medan, Sumut. Harga jagung di sana anjlok ke kisaran Rp1.700/kg dari sebelumnya Rp2.500/kg. Sementara di Sulteng diperkirakan produksi jagung menurun pada 2012. (Foto : ANTARA/Septianda Perdana)
Kami akan memulai penanaman perdana jagung hibrida seluas 10 hektare pada Sabtu (6/9) di Kabupaten Sigi

Palu, (antarasulteng.com) - Pelaku usaha di Sulawesi Tengah akan memulai menanam jagung untuk merealisasikan beberapa kesepakatan pemerintah setempat dengan Pemerintah Jawa Timur dalam rangka pemenuhan bahan baku pakan ternak.

"Kami akan memulai penanaman perdana jagung hibrida seluas 10 hektare pada Sabtu (6/9) di Kabupaten Sigi," kata mantan Kepala Badan Promosi dan Penanaman Modal Daerah (BPPMD) Sulawesi Tengah Suaib Djafar di Palu, Jumat.

Suaib yang saat ini menjadi Direktur Global Maramba mengatakan penanaman seluas 10 hektare itu baru percontohan untuk selanjutnya dikembangkan ke sejumlah daerah lainnya di Sulawesi Tengah.

Penanaman tersebut akan dilakukan di Desa Karawana, Kecamataan Dolo, Kabupaten Sigi.

"Sumber bibit dari swasta, mitra Global Maramba kerjasama Petro Kimia Gresik untuk membantu produksi dan produktivitas petani seperti yang diinginkan pemerintah," katanya.

Dia mengatakan Global Maramba menyediakan bibit unggul selanjutnya diberikan ke petani. Hasilnya akan dibeli oleh perusahaan selanjutnya diantarpulaukan.

Suaib mengatakan jagung tersebutt akan dikirim ke Surabaya untuk memenuhi kebutuhan bahan baku pakan ternak karena di Sulawesi Tengah sendiri belum ada industri yang terbangun.

Menurut Suaib, pihaknya sejak beberapa bulan terakhir sudah bekerjasama dengan pengumpul dan petani membeli jagung dari berbagai daerah.

"Sudah ada yang terkumpul rencananya kita akan lakukan pengiriman perdana pada akhir September nanti," kata Suaib.

Dia mengatakan kerja sama dengan perusahaan swasta di Jawa Timur tersebut diharapkan membantu perekonomian petani karena akses pasar semakin murah. "Ini sekaligus pembinaan dengan petani," katanya.

Suaib mengatakan pihaknya juga sudah membangun kerjasama dengan pemerintah Gorontalo untuk kebutuhan ekspor sehingga akses pasar jagung dari Sulawesi Tengah juga semakin luas.

"Kami ada kerja sama dengan Gorontalo. Kalau kami siap 1.500 ton mereka jemput di Pantoloan dan langsung ke tujuan negara ekspor," katanya.

Suaib mengatakan peran swasta sangat dibutuhkan dalam rangka mempercepat pertumbuhan ekonomi khususnya di sektor pertanian.

"Karena ini sudah menjadi visi dan misi pemerintah provinsi," katanya.(skd)



Pewarta :
Editor: Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026