Logo Header Antaranews Sulteng

Sail Tomini Momentum Memperkenalkan Batik

Jumat, 18 September 2015 06:38 WIB
Image Print
Ilustrasi--Pengunjung memilih kain batik pada pameran kerajinan tangan "Batikraft Vaganza" di Semarang, Jateng, Rabu (26/8). Pameran yang diselenggarakan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dan diikuti berbagai pelaku usaha UMKM itu diharapkan bisa meningkatkan ekonomi lokal karena selama ini usaha se
Untuk mendukung Sail Tomini 2015 diadakan rangkaian pelatihan, pameran, serta lomba desain dan rancang busana batik

Parigi, Sulawesi Tengah, (antarasulteng.com) - Sail Tomini 2015 menjadi momentum untuk mengembangkan dan memperkenalkan batik Nusantara di tingkat nasional maupun internasional sehingga mempertahankan sebagai warisan budaya dunia yang diakui UNESCO.

"Untuk mendukung Sail Tomini 2015 diadakan rangkaian pelatihan, pameran, serta lomba desain dan rancang busana batik," kata Asisten Deputi Kepariwisataan, Riset, Teknologi, dan Lingkungan Maritim Sekretariat Kabinet M Arief Khumaidi di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Kamis.

Arief mengatakan rangkaian kegiatan tersebut untuk menggali dan mengembangkan batik. Kegiatan serupa juga dilakukan pada penyelenggaraan Sail Raja Ampat pada 2014.

Untuk mengapresiasi para pemenang lomba, hasil desain dan rancang busana batik dipamerkan di stan Gebyar Batik Tomini pada Pameran Potensi Daerah Sail Tomini 2015 di Pantai Kayu Bura, Parigi Moutong.

"Salah satu yang dipamerkan adalah karya seniman batik asal Parigi Moutong sendiri yang meraih juara favorit," ujar Arief.

Arief mengatakan batik berkembang pertama kali di Jawa. Namun, kini batik tidak hanya milik suku Jawa karena sudah berkembang di seluruh nusantara, bahkan diakui sebagai milik dunia.

Sementara itu, Kepala Bidang Koperasi, Kewirausahaan dan Ketenagakerjaan Sekretariat Kabinet Sjahriati Rochmah mengatakan terdapat keunikan dari desain batik Raja Ampat dan Tomini.

"Biasanya motif yang ditampilkan adalah kondisi dan situasi alam setempat. Misalnya desain batik Raja Ampat menampilkan ikan pari, burung cendrawasih dan rumah adat honai, maka desain batik Tomini menampilkan ikan napoleon dan burung maleo," tuturnya.

Sjahriati mengatakan Indonesia harus terus berupaya mengembangkan dan menggali batik untuk mempertahankan pengakuan UNESCO sebagai warisan budaya dunia. Menurut dia, yang diakui UNESCO bukanlah desain atau motifnya, tetapi proses membatik menggunakan lilin.

"Proses membatik harus dipertahankan dan terus diwariskan. Kalau tidak dipertahankan tidak bisa lagi disebut warisan karena sudah hilang," katanya.

Stan Gebyar Batik Tomini pada Pameran Potensi Daerah Sail Tomini 2015 merupakan kerja sama Sekretariat Kabinet, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan



Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026