
BMKG: Suteng hadapi 1.022 kali gempa sejak Januari hingga Oktober 2021

Kota Palu (ANTARA) - Wilayah Provinsi Sulawesi Tengah menghadapi 1.022 kali gempa bumi selama periode Januari hingga Oktober 2021 menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Palu.
Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Palu Hendrik Leopatty di Kota Palu, Senin, memaparkan, selama kurun itu terjadi 829 kali gempa dangkal dengan kedalaman hiposentrum kurang dari 60 kilometer, 188 gempa menengah dengan kedalaman hiposentrum 60 hingga 300 kilometer, dan lima gempa dalam dengan kedalaman hiposentrum lebih dari 300 kilometer.
"Gempa (yang pusatnya) terdekat dengan Kota Palu, dengan jarak kurang dari 200 kilometer, sebanyak 418 gempa dan selebihnya ialah gempa jauh sebanyak 604 kejadian," katanya.
Berdasarkan magnitudonya, Hendrik memaparkan, sepanjang Januari hingga Oktober 2021 terjadi 882 kali gempa dengan magnitudo kurang dari 4,0; 121 kali gempa dengan magnitudo 4,0 hingga kurang dari 5,0; 16 kali gempa dengan magnitudo 5,0 hingga kurang dari 6,0; dan tiga kejadian gempa dengan magnitudo lebih dari 6,0 di wilayah Sulawesi Tengah.
Di wilayah Sulawesi Tengah, ia menjelaskan, gempa bumi antara lain dipicu oleh aktivitas patahan Palu Koro dan Matano di wilayah Kota Palu serta Kabupaten Donggala, Sigi, dan Morowali serta aktivitas Patahan Balantak dan Peleng yang berdampak ke Kabupaten Banggai, Banggai Laut, dan Tojo Una-una.
Gempa di wilayah Sulawesi Tengah, ia melanjutkan, juga ada yang dipicu oleh aktivitas Patahan Sausu dan sesar lokal di wilayah Kabupaten Poso yang berdampak ke Poso dan Parigi Moutong, aktivitas sesar lokal di Tinombo dan Gorontalo yang berdampak ke Palasa dan Buol, aktivitas sesar lokal di Toli-Toli dan Buol yang berdampak ke Toli-Toli dan Buol, serta aktivitas zona subduksi dalam di sebelah selatan Gorontalo.
Hendrik mengemukakan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam upaya mitigasi untuk meminimalkan dampak gempa bumi.
Pewarta : Kristina Natalia
Editor:
Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
