
Pemkab gandeng MUI optimalkan program Sigi Religi

Sigi, Sulawesi Tengah (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat untuk optimalisasi Program Sigi Religi yang merupakan inovasi pemerintah daerah yang salah satu tujuannya membangun mental dan karakter generasi muda.
"Program Sigi Religi ini harus terus dioptimalkan dengan melibatkan organisasi keagamaan salah satunya MUI yang menjadi kekuatan," kata Bupati Sigi Mohamad Irwan di Sigi, Senin.
Mohamad Irwan mengatakan lewat pelibatan MUI, Program Sigi Religi yang salah satu turunannya Sigi Berzikir bagi umat Islam, dapat digencarkan di setiap desa.
Pemkab Sigi berharap MUI dapat mendorong pegawai di masing-masing masjid di Sigi untuk membaca ratibul haddad setiap selesai Shalat Mmagrib berjamaah dan dzikir.
"Pemerintah daerah telah mencetak ratibul haddad yang telah dibagikan ke beberapa masjid," ujarnya.
Mohamad Irwan mengakui bahwa sebagian wilayah kecamatan seperti Kecamatan Palolo telah rutin melaksanakan pembacaan dzikir dan ratibul haddad setiap selesai shalat magrib. Namun, wilayah kecamatan lainnya hal ini belum berjalan.
"Wilayah-wilayah yang belum berjalan ini, perlu dorongan MUI misalnya menyosialisasikan Program Sigi berzikir, serta mendampingi dan membimbing langsung setiap masjid," imbuhnya.
Selain pembacaan dzikir dan ratibul haddad, Mohamad Irwan juga meminta MUI Sigi agar mengoptimalkan pembinaan SDM generasi muda, khususnya mengenai pelatihan pengurusan jenazah.
"Perlu ada pembinaan dan pelatihan di masing-masing masjid yang didorong oleh MUI sebagai tindaklanjut dari Program Sigi Berzikir di antaranya pelatihan pengurusan jenazah," ujarnya.
Pelatihan pengurusan jenazah, menurut Mohamad Irwan, merupakan hal yang sangat penting dan mendasar, karena berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat khususnya umat Islam.
"Karena jika di satu wilayah tidak ada lagi orang yang bisa atau tau bagaimana mengurus jenazah, mulai dari memandikan, mengkafani, shalat jenazah, hingga menguburkan, maka tentu hal ini akan menjadi masalah. Olehnya, harus segera dilakukan pembinaan terhadap generasi muda Islam," ujarnya.
Selain itu, Mohamad Irwan juga meminta MUI agar mengimbangi dakwah di media sosial, sebagai bentuk perlindungan terhadap masyarakat khususnya generasi muda, agar tidak mudah terpapar faham intoleransi, radikalisme dan terorisme.
Ketua MUI Kabupaten Sigi Habib Ali Hasan Aljufri mengatakan bahwa program prioritas MUI adalah pembinaan umat, yang di dalamnya dikolaborasikan dengan program Sigi Religi.
"MUI akan turun langsung ke setiap masjid, dan gencarkan program pembinaan salah satunya program Sigi Religi," kata Ali Hasan Aljufri.
Pewarta : Muhammad Hajiji
Editor:
Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
