DLH Parigi Moutong: Adipura adalah instrumen tata kelola lingkungan

id Adipura, pemkabparimo, dlhparimo, Siti Maryam, kebersihan, sampah, lingkungan, TPA, padatkarya,Parigi Moutong, Sulawesi

DLH Parigi Moutong: Adipura adalah instrumen tata kelola lingkungan

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Parigi Moutong Siti Maryam Tagunu memegang Piala Adipura yang diberikan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kepada daerah itu sebagai salah satu kota bersih di Indonesia. (ANTARA/Moh Ridwan).

Parigi, Sulteng (ANTARA) -
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah mengatakan Adipura adalah bagian dari instrumen dalam mengoptimalisasi tata kelola lingkungan perkotaan dari tidak bersih menjadi bersih dan sehat.  
 
"Parigi Moutong salah satu daerah di Sulteng meraih penghargaan Adipura, maka untuk mempertahankan prestasi ini perlu kolaborasi secara simultan menjaga kebersihan lingkungan," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Parigi Moutong Siti Maryam Tagunu di Parigi di Parigi, Senin.
 
Ia menjelaskan pemerintah setempat telah berupaya maksimal mewujudkan tata kelola lingkungan yang baik, namun yang paling penting adalah mempertahankan lingkungan bersih dari sampah.
 
Hal ini juga perlu ditunjang dengan kesadaran masyarakat menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarang tempat.
 
"DLH tidak bisa bekerja sendiri menjaga kebersihan, maka dibutuhkan peran aktif masyarakat, paling tidak berangkat dari lingkungan masing-masing," ujarnya.
 
Menurut dia metode pengelolaan lingkungan saat ini terus mengalami perubahan, dimana sampah dihasilkan masyarakat tidak mesti berakhir di tempat pembuangan.
 
Sampah dapat dimanfaatkan menjadi pupuk kompos khusus sampah sisa makanan dan maupun dedaunan, sedangkan sampah plastik dapat dijual ke bank sampah maupun didaur ulang menjadi kerajinan bernilai ekonomis.
 
"Edukasi semacam ini tetap kami lakukan kepada masyarakat supaya ke depan sampah-sampah dihasilkan masyarakat cukup berakhir di tingkat rumahtangga," ucap Maryam.
 
Kemudian di kawasan kota, katanya, Pemkab Parigi Moutong melibatkan masyarakat dalam program padat karya bertugas membersihkan fasilitas umum, selain itu ada pula petugas kebersihan mengangkut sampah dari tempat pembuangan sementara ke tempat pemrosesan akhir (TPA) yang sebelumnya bernama tempat pembuangan akhir.
 
"TPA Parigi Moutong telah menggunakan sistem sanitary landfill atau metode pengelolaan dengan cara dipadatkan lalu ditimbun pada lokasi yang cekung. Metode ini sangat efektif menghambat timbulan sampah, di sisi lain tidak mengeluarkan bau busuk dan lingkungan sekitar TPA juga terjaga dari pencemaran," tutur Maryam.