Palu (ANTARA) - Pemerintah Kota Palu menyatakan masyarakat sudah bisa bertransaksi menggunakan QRIS (Quick Response Code Indonesia Standard/Kode Respons Cepat Standar Indonesia) saat membeli berbagai makanan untuk berbuka di Pasar Ramadhan, ibu kota Sulawesi Tengah itu.
"Layanan ini untuk memudahkan masyarakat bertransaksi saat membeli kebutuhan berbuka puasa," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palu Irmayanti Petalolo saat membuka pasar Ramadan di Palu, Sabtu.
Namun, imbuh dia belum semua pedagang usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sudah menerapkan pembayaran QRIS di pasar Ramadhan di Palu sehingga selain nontunai tetap bisa menerima tunai.
Salah satu tradisi yang selalu ditunggu-tunggu masyarakat selama bulan puasa adalah kehadiran pasar Ramadhan, yang tidak hanya menjadi pusat kuliner khas untuk berbuka puasa namun juga menjadi wadah bagi para pelaku UMKM untuk menambah pendapatan.
“Transaksi nontunai tidak hanya digunakan saat pasar Ramadan saja, namun pelaku UMKM lainnya di Kota Palu kini juga sudah sebagian menggunakan QRIS ,” ujarnya.
Kegiatan tersebut memiliki peran dalam menggerakkan ekonomi mikro di daerah, oleh karena itu masyarakat memanfaatkan fasilitas yang disediakan pemerintah pada pasar Ramadan tersebut untuk memenuhi kebutuhan berbuka puasa.
Melalui kegiatan ini, para pedagang kecil dan menengah diberikan ruang untuk memasarkan hasil produksinya, sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh berbagai makanan dan minuman berbuka puasa yang sehat dan higienis.
'UMKM harus memperhatikan kualitas produk yang dijual, termasuk kebersihan barang dagangan. Yang terpenting adalah konsisten menerapkan prinsip kejujuran dalam berdagang,” ujar Irmayanti .
Kegiatan pasar Ramadan ini setiap tahunnya diselenggarakan Pemerintah Kota Palu bekerja sama dengan berbagai pihak, antara lain Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tengah ( KPwBI ), Dinas Kesehatan, dan pemangku kepentingan lainnya.
"BPOM bertugas melakukan pemeriksaan terhadap makanan dan minuman yang diperjualbelikan di pasaran agar terhindar dari cemaran bahan kimia/pengawet makanan yang dapat membahayakan kesehatan manusia," imbuhnya.