Peserta TdCC Melintas Di Wisata Religi

id TdCC, Wisata, Religi

Peserta balap sepeda Internasional bertema wisata Tour De Central Celebest/TdCC melintas di Kawasan Wisata Religi Kota Palu, Rabu. (Muhammad Hajiji/antarasulteng.com)

"Peserta dari Kabupaten Sigi akan melintas di kawasan wisata religi, kemudian Jalan Gajah Mada dan Jalan Ponegoro, disana ada perguruan tinggi Islam,"
Palu (antarasulteng.com) - Peserta balap sepeda internasional bertema wisata `Tour de Central Celebes/TdCC)` melintas di Kawasan Wisata Religi Palu Barat Kota Palu, Sulawesi Tengah, Rabu.

Peserta balap sepeda TdCC melintas di Depan Alkhairaat Jalan Sis Aljufri sebagai salah satu pusat pendidikan Islam terbesar di kawasan timur Indonesia.

"Salah satu tempat wisata yang dilintasi oleh peserta balap sepeda TdCC yakni kawasan wisata religi," ungkap Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tengah Ardiansyah Lamasitudju, Rabu.

Kompleks Alkhairaat dalamnya terdapat pendidikan Islam berupa sekolah tingkat dasar hingga menengah, rumah sakit, Gedung Pengurus Besar Alkhairaat, serta masjid dan makam Habib Idrus Bin Salim Aljufri, salah satu tokoh pembawa Islam di tanah Kaili.

Peserta melintas di jalan tersebut yang merupakan rute etape III setelah melintas sejumlah rute di lembah Kabupaten Sigi.

Mereka akan melanjutkan perjalanan melintas di Jalan Gajah Mada dan Ponegoro, yang merupakan daerah pendukung kawasan religi.

Bangunan dua perguruan tinggi Islam yaitu Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu dan Universitas Alkhairaat yang berada di pinggiran Jalan Ponegoro akan di lalui peserta.

"Peserta dari Kabupaten Sigi akan melintas di kawasan wisata religi, kemudian Jalan Gajah Mada dan Jalan Ponegoro, disana ada perguruan tinggi Islam," ujarnya.

Tidak hanya itu, di bagian Jalan Ponegoro juga terdapat situs bersejarah yaitu Makam Datokarama.

Ratusan masyarakat dan siswa-siswi di seputaran Jalan Sis Aljufri untuk menyaksikan balap sepada internasional bertema wisata Tour De Central Celebest 2017.***
Pewarta :
Editor: Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar