Sigi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah melakukan studi tiru terkait pengelolaan zakat di Barru yang nantinya diharapkan bisa diterapkan untuk pengentasan kemiskinan di daerah itu.
Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae mengatakan Kabupaten Barru dipilih sebagai lokasi studi tiru karena berhasil melakukan pengelolaan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional sehingga memberikan dampak bagi pengentasan kemiskinan.
"Tentunya kami juga belajar tentang model pelayanan publik melalui Mal Pelayanan Publik (MPP) yang terintegrasi dan efisien," kata Rizal saat ditemui awak media di Desa Bora, Kamis.
Ia mengemukakan pihaknya pun mempelajari terkait upaya Kabupaten Barru dalam memaksimalkan potensi pertanian dan pariwisata di daerahnya.
"Jadi Kabupaten Sigi ini ingin mendalami bagaimana Barru merumuskan kebijakan yang berkeadilan, maju berkelanjutan, dan sejahtera lebih cepat serta sektor pertanian dan pariwisata dikelola dengan baik," ucapnya.
Menurut dia, pentingnya mengetahui secara detail implementasi program-program unggulan Kabupaten Barru mulai dari proses perencanaan, penganggaran hingga evaluasi kinerja Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP).
"Harapannya hasil studi tiru kali ini bisa dijadikan oleh-oleh dan model percontohan yang adaptif untuk memperkuat program strategis di Kabupaten Sigi ke depan," sebutnya.
Rizal menyebutkan ke depan percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Sigi dapat terwujud dengan menerapkan program strategis yang sudah dipelajari dari wilayah Barru.
Berdasarkan data Pemkab Sigi, masyarakat miskin di wilayah itu tahun 2024 mencapai 12,83 persen dengan total 31.470 jiwa.
Sedangkan masyarakat dengan status miskin ekstrem di Sigi mencapai 5.080 jiwa dengan persentase mencapai 2,07 persen.
